PEKANBARU (RA) – Cuaca di Provinsi Riau pada Jumat (3/4/2026) diprakirakan didominasi hujan dengan intensitas bervariasi sejak pagi hingga dini hari. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.
Berdasarkan prakiraan BMKG Pekanbaru, pagi hari diawali dengan kondisi udara kabur hingga berawan. Hujan ringan diperkirakan turun tidak merata di wilayah Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi, dan Kota Pekanbaru.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira Mawaddah, menyampaikan hujan mulai meluas pada siang hari.
"Siang hari cuaca cerah berawan hingga berawan, dengan potensi hujan ringan hingga sedang di Kampar, Rokan Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Bengkalis," ujarnya.
Memasuki sore hingga malam hari, hujan diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Riau dengan intensitas ringan hingga sedang. Kondisi ini berlanjut hingga dini hari, mencakup hampir seluruh kabupaten/kota, termasuk Siak, Bengkalis, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, hingga Pekanbaru.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
"Wilayah yang perlu waspada meliputi Kampar, Rokan Hulu, Kuantan Singingi, Bengkalis, Siak, dan Kota Pekanbaru, terutama pada siang, sore, hingga malam dan dini hari," ujarnya.
Suhu udara di Riau hari ini berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 60 hingga 99 persen. Angin bertiup dari timur ke barat dengan kecepatan 10–30 km/jam.
Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau tergolong rendah.
Sementara itu, jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera tercatat sebanyak 156 titik, dengan Riau menyumbang 91 titik.
Sebaran hotspot di Riau didominasi Kabupaten Bengkalis sebanyak 74 titik, diikuti Pelalawan 6 titik, Rokan Hilir dan Siak masing-masing 4 titik, serta beberapa wilayah lain seperti Dumai, Kampar, dan Indragiri Hulu.
Meski terjadi penurunan dibanding hari sebelumnya, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah dengan curah hujan yang tidak merata.