Apel SDT PBB Buku IV dan V, Bapenda Targetkan Rp 101 MIliar

 

PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus MT memimpin langsung apel pembekalan Sosialisasi Daftar Tagih (SDT) terkait validasi dan penagihan piutang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) buku IV dan V, Rabu (15/7). 

Bertempat di lapangan upacara Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, kegiatan itu juga dihadiri Pj Sekda Kota Pekanbaru Muhammad Jamil, Kepala Bapenda Pekanbaru Zulhelmi Arifin, dan beberapa kepala OPD dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. 

Dalam upacara pembekalan SDT PBB tersebut, Walikota Pekanbaru Firdaus berpesan agar dapat memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari potensi yang ada. 

"Ini guna untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Kita tinggal memaksimalkan potensi yang ada, sekali lagi kita mengambil yang sudah ada. 

Menurutnya PAD dari PBB ini berbeda dengan 11 sektor pajak lainnya. Karena nilai pajaknya tetap setiap waktu, tidak seperti pajak Hotel, restoran yang berdasarkan fluktuasi. 

"Berharap dengan jumlah kunjungan orang. Semakin banyak kunjungan semakin tinggi pajaknya. Apalagi ditengah kondisi pandemi ini, kunjungan menurun, orang tidak lagi berkunjung ke restoran maupun hotel sehingga menyebabkan turunnya pajak yang dibayarkan," ujar Walikota. 

PAD dari sektor PBB dikatakan orang nomor satu di Kota Pekanbaru itu merupakan salah satu sektor andalan. "Barangnya jelas, tinggal bagaimana kita mengambil nya lagi. Oleh sebab itu kita minta kepada OPD terkait bisa memaksimalkan potensi ini," paparnya. 

Ia juga berpesan, agar dalam penagihan SDT ini para unsur terkait untuk dapat bekerja super tim, bukan individu. "Dalam tim ada unsur Inspektorat, Satpol PP, DPM-PTSP, Bapenda serta Camat dan Lurah. Ini tak boleh bergerak sendiri - sendiri untuk mencapai hasil maksimal," imbau Firdaus .

Ditempat yang sama, Kepala Bapenda Pekanbaru Zulhelmi Arifin usai upacara mengatakan, untuk SDT PBB tidak hanya petugas dari Bapenda saja yang turun untuk menagih. Ada beberapa OPD yang terlibat seperti Satpol PP Pekanbaru, Inspektorat, dan DPMPTSP. 

"Kita dapat surat perintah dari pak Walikota untuk SDT PBB ini. Jadi tidak hanya dari Bapenda, untuk satu pekan ini ada beberapa OPD yang tergabung dalam super tim," kata Pria yang akrab disapa Ami itu. 

Dalam SDT nanti, beberapa unsur OPD dilibatkan seperti DPMPTSP yang turun untuk mengecek izin usaha. Selain itu setiap Kecamatan dan kelurahan akan turut serta turun untuk SDT PBB. 

"Satu tim dikoordinir oleh satu camat. Disetiap kecamatan. Kita turun sama-sama selama 1 pekan," jelasnya. 

Tim akan menyasar sebanyak 8.852 wajib pajak (WP) dengan total piutang PBB Rp101 Miliar. Ada 900 orang yang tergabung dalam setiap tim di Kecamatan. 

Ami mengaku optimistis dapat menyelesaikan tagihan dengan jumlah piutang PBB yang mencapai ratusan Miliar itu. 

"Dengan kondisi seperti ini ditengah pandemi memang kita akui ekonomi sulit. Tapi kita beri kemudahan dengan penghapusan denda. Kami optimistis bisa menyelesaikan itu," pungkasnya. (GALERI)

Cetak