Dinas Perikanan Taja Makanan Bergizi Berbahan Ikan Didua Desa Kecamatan Talang Muandau 

Dinas Perikanan Taja Makanan Bergizi Berbahan Ikan Didua Desa Kecamatan Talang Muandau 

Riauaktual.com - Sebagai salah satu strategi implementasi Gemarikan di Indonesia serta mencegah Stunting Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis gelar sosialisasi dan demo olahan makanan bergizi berbahan dasar ikan di Kecamatan Talang Muandau, Bengkalis, Selasa (9/82022)

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis Herliawan melalui Kepala Bidang Bina Mutu Usaha Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Tasril Akmal, S.Pi dalam pengarahannya menyebut giat ini guna menyatukan niat dalam memajukan kesejahteraan Kabupaten Bengkalis. Dan melalui penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan akan memperluas penyampaian informasi tentang ikan, jenis olahan masakannya serta kandungan gizi dan manfaatnya kepada masyarakat luas yang kesemuanya akan berimplikasi pada peningkatan konsumsi ikan nasional.

“Ikan sebagai salah satu sumber protein hewani merupakan jawaban yang tepat dalam penyediaan gizi yang sehat, halal dan baik bagi keluarga dan mencegah stunting,” jelasnya.

Tasril menjelaskan keunggulan ikan sebagai salah produk strategis untuk penanganan stunting diantaranya karena kadar kolesterol daging ikan rendah dan daging ikan mengandung asam lemak tidak jenuh (asam lemak omega 3) yang dapat meningkatkan IQ, Antioksidan dan dapat mengurangi resiko kanker.

 "Omega 3 juga dapat mempengaruhi fungsi pembuluh darah sehingga dapat mencegah penyumbatan dan penyempitan pembuluh darah sehingga dapat mencegah penyakit jantung," jelasnya.

Penyerapan protein ikan, kata Tasril, lebih tinggi dibandingkan daging sapi, ayam dan lain-lain sehingga mudah dicerna dan cocok bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam pencernaan.

"Ikan kaya akan fosfor yang penting bagi sel dan metabolisme tubuh. Ikan kaya akan zat besi yang diperlukan untuk haemoglobin di dalam darah.
Ikan mengandung zincum yang penting untuk perkembangan sel-sel otak. Ikan kaya akan iodine, bagian penting dari thyroxin, yaitu hormon yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik serta mental. Ikan mudah mengolahnya dan waktu memasaknya singkat sehingga bahan gizi penting tidak banyak hilang," ungkap Tasril.

Pengetahuan akan nutrisi yang sehat dan berimbang sangatlah diperlukan terutama bagi ibu-ibu rumah tangga dalam mengkreasikan menu keluarga sehari-hari.

"Untuk meningkatkan konsumsi ikan di Kabupaten Bengkalis, maka kita perlu membudayakan makan ikan di masyarakat terutama kalangan generasi muda.," tutur Tasril lagi.

Melalui acara sosialisasi dan demo olahan makanan bergizi berbahan dasar ikan diharapkan tumbuh kesadaran akan pentingnya nilai gizi individu maupun masyarakat untuk mengkonsumsi ikan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting.

Tim Penggerak PKK daerah adalah organisasi masyarakat yang berfungsi sebagai fasilitator, pengendali dan penggerak program - program pemberdayaan keluarga di tingkat provinsi, kabupaten kota, kecamatan, dan desa.

"Ibu-ibu penggerak TP. PKK sangat berperan penting dalam mensosialisasikan keutamaan nilai gizi yang terkandung dalam daging ikan dan diversifikasi produk olahan berbahan ikan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga," pungkas Tasril.

Sementara Pemina Mutu Hasil Kelautan dan perikan  Jhoni Handoko, S.Pi mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam mengolah masakan berbahan baku ikan serta menghasilkan menu masakan hasil perikanan dari seluruh Indonesia.

Selain itu mempromosikan keanekaragaman menu masakan hasil perikanan dan menyebarluaskan informasi tentang ikan, jenis olahan masakannya, serta kandungan gizi dan manfaatnya kepada masyarakat luas serta mendukung upaya peningkatan konsumsi ikan melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Jhoni menambahkan narasumber dari Tim TP. PKK Kabupaten Bengkalis Ibu Ir. Nuri Lestari dan Ibu Erma Yulia Muchtar, SE dari Pokja 3 dan Ibu Dyan Rahmatina Aulia S.Gz dari UPT Puskesmas Serai Wangi dan peserta sosialisasi berjumlah 88 orang terdiri dari keluarga beresiko dari Desa Melibur sebanyak 35 orang, Desa Tasik Tebing Serai 35 orang dan Desa Beringin 18 orang.

Berita Lainnya

View All