Dugaan Korupsi di Bank Syariah Mandiri Rp41,4 Miliar, Penyidik Periksa Enam Saksi Perorangan 

Dugaan Korupsi di Bank Syariah Mandiri Rp41,4 Miliar, Penyidik Periksa Enam Saksi Perorangan 

Riauaktual.com - Pengusutan dugaan korupsi di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Pangkalan Kerinci, Pelalawan tahun 2012 senilai Rp41,4 miliar, terus berlanjut. Kali ini, penyidik memeriksa empat orang yang namanya dipakai untuk pengajuan kredit di bank berplat merah tersebut.

Penanganan perkara ditangani Penyidik pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau. Dimana status penanganan perkara telah masuk dalam tahap penyidikan.

Dalam tahap ini, Tim Penyidik kemudian mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi. Seperti yang dilakukan pada Selasa ini, dimana 6 orang saksi menjalani pemeriksaan.

"Kemarin (Selasa), Tim Jaksa Penyidik memeriksa 6 orang saksi dalam perkara tersebut," ungkap Kasi Penerangan Hukum Penkum dan Humas Kejati Riau, Bambang Heri Purwanto, Rabu (18/5) pagi.

Para saksi diperiksa berinisial S, S, W, SM, SR, dan S. "Para saksi tersebut merupakan namanya dipakai sebagai debitur untuk meminjam uang di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu di Pangkalan Kerinci Tahun 2012," sebut Bambang.

Pemeriksaan para saksi tersebut, kata Bambang, dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti dan untuk memperkuat pembuktian dalam dugaan rasuah yang tengah diusut Korps Adhyaksa tersebut.

"Pemeriksaan para saksi dilaksanakan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan (prokes)," pungkas Kasi Penkum.

Dari informasi yang dihimpun, dugaan korupsi tersebut terkait pembiayaan KUR kepada 108 nasabah atau debitur di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Pangkalan Kerinci tahun 2012 senilai Rp41,4 miliar. Atas hal itu, berpotensi merugikan keuangan Negara cq Bank Syariah Mandiri dengan nilai sementara Rp16,6 miliar.

Dalam proses penyelidikan, Tim Jaksa Penyelidik telah melakukan pemanggilan dan permintaan keterangan sebanyak 20 orang. Di antaranya debitur, pihak perbankan, dan ahli. Jaksa Penyelidik juga telah mengumpulkan sejumlah dokumen yang ada kaitannya dengan pemberian Kredit Usaha Rakyat yang diduga kredit topengan.

Berita Lainnya

index