Terkait Kenaikan Tarif Service Charge

Azwendi: Pengelola STC dan Pedagang Harus Kedepankan Musyawarah 

Azwendi: Pengelola STC dan Pedagang Harus Kedepankan Musyawarah 
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri

Riauaktual.com - Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri meminta pengelola Sukaramai Trade Center (STC) dan para pedagang agar berdiskusi dan duduk bersama menyelesaikan persoalan kenaikan tarif service charge. Hal ini menyusul adanya aksi protes ratusan pedagang yang menolak service charge dinaikkan dari Rp70 ribu menjadi Rp90 ribu per meter setiap bulannya oleh pengelola STC.

"Kami (DPRD) meminta permasalahan ini bisa segera diselesaikan secara musyawarah mufakat dan tentunya tidak ada kekerasan," kata Azwendi, Selasa (25/1/2022).

Azwendimengaku heran dengan pengelola STC yang secara sepihak telah menaikkan tarif servis charge. Padahal, STC tersebut telah menjalin sistem kerjasama Build Operate Transfer (BOT) dengan Pemerintah Kota Pekanbaru.

"Jujur saja, kami (DPRD) tidak mengetahuinya. Tidak ada laporan ke DPRD yang memiliki fungsi pengawasan. Sehingga, informasi kenaikan service charge ini ya langsung didapat dari para pedagang," terangnya.

Azwendi juga menyayangkan sikap dari pihak pengelola STC yang telah bertindak semena-mena menaikkan tarif service charge bagi para pedagang. Hal ini mengingat kondisi pedagang yang lagi kesulitan akibat pandemi Covid-19.

"Pertama, mereka itu tidak ada melakukan kajian. Mestinya, itu harus ada kajian yang mendalam. Yang kedua, itu harus disosisalisasikan. Dan yang paling penting, dalam masa pandemi ini pemerintah pusat menginginkan agar bagaimana ekonomi ini kembali bergerak," ungkapnya.

Ditambahkan Azwendi, dalam situasi pandemi semestinya pihak pengelola STC memberikan keringanan kepada para pedagang. Bukannya, malah menambah beban.

Apalagi, pemerintah pusat saat ini tengah fokus agar bagaimana ekonomi masyarakat kembali bergerak dan bangkit akibat dampak Covid-19.

"Selama ini apakah ada STC itu memberikan keringanan kepada para pedagang? Artinya, disini pihak STC tidak menanggapi kebijakan pemerintah pusat dengan seksama dalam menggerakkan dan menumbuhkan kembali ekonomi yang selama ini stagnan akibat pandemi," ucapnya.

Dalam hal ini, Azwendi meminta Wali Kota Pekanbaru agar dapat meninjau kembali kebijakan pengelola STC yang menaikkan tarif service charge kepada para pedagang secara sepihak tersebut.

"Atas dasar apa mereka melakukan kenaikan service charge. Yang jelas, kenaikan service charge ini tidak berpihak kepada pedagang. Dan kami garis bawahi, disana (STC) itu kan pedagang yang termasuk dalam kategori UMKM. Semestinya dapat support dari pemerintah agar roda ekonomi berputar," jelasnya.

Azwendi juga mengakui bahwa dirinya tidak setuju atas adanya kebijakan kenaikan tarif service charge yang dibebankan kepada para pedagang STC di kondisi sulitnya ekonomi

"Kami menolak keras untuk saat ini dilakukan kenaikan service charge karena di situasi dan kondisi yang tidak tepat. Ya, tentu kami tidak sepakat," tegasnya.

Diakhir, Politisi Demokrat ini meminta Wali Kota Pekanbaru dapat mengevaluasi kembali sistem kerjasama Build Operate Transfer (BOT) antara pihak pengembang PT MPP dengan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Sebab, STC merupakan aset Pemko Pekanbaru yang dikelola pihak ketiga dalam hal ini PT Makmur Permata Papan Permata (MPP). Jadi, bukan seutuhnya murni milik pihak swasta.

"Saya pastikan, service charge ini naik belum tahu juga royalti akan naik. Maka dari itu pemerintah wajib ikut campur dalam masalah ini. Kalau mereka tidak mengindahkan imbauan dari kami (DPRD), maka kami akan mengambil sikap dan memberikan masukan kepada pihak eksekutif atas kebijakan yang telah dilakukan oleh pengelola STC," pungkasnya. 

Berita Lainnya

index