foto : internet

ICW: Argumen Dewi Tanjung soal Novel Baswedan Tidak Masuk Akal

Jumat,08 November 2019 - 14:22:36 WIB Di Baca : 221 Kali

Riauaktual.com - Politikus PDIP, Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung, melaporkan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, ke Polda Metro Jaya. Novel dipolisikan karena dituding melakukan rekayasa terkait kasus teror penyiraman air keras.

Novel dituduh melakukan rekayasa atau pembohongan publik terkait penanganan matanya usai disiram air keras oleh orang tak dikenal. Tidak hanya itu, Dewi Tanjung juga menduga ada yang janggal dari penanganan hingga peristiwa teror air keras yang menimpa Novel Baswedan.

Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW), Wana Alamsyah, mengatakan laporan Dewi Tanjung tidak masuk akal. Bahkan, ia meneyebut Dewi Tanjung mengada-ngada menuding Novel Baswedan melakukan rekayasa kasus teror penyiraman air keras.

Loading...

"Argumentasi yang disampaikan oleh Dewi tidak masuk akal bahkan mengada-ngada mengenai kejadian yang menimpa NB (Novel Baswedan)," kata Wana ketika berbincang dikutip Okezone, Jumat (8/11/2019).

Menurut dia, Dewi Tanjung tidak mengikuti kasus teror penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan, sehingga pelaporan tersebut tak tepat.

"Ini menandakan bahwa ia tidak mengikuti kasusnya sehingga pernyataan yang dia sampaikan ngawur. Mengapa? Misal, argumentasi dia mengenai NB tidak menyiram air mineral usai disiram air keras. Faktanya, ia langsung pergi ke tempat wudu untuk membasuh mukanya. Malah ketika pergi, ia sempat menabrak pohon nangka sehingga keningnya benjol," beber Wana.

Tidak hanya itu, sambung Wana, berdasarkan temuan dari tim gabungan bentukan Polri, cairan yang mengenai wajah Novel adalah asam sulfat yang meeuapakan salah satu zat keras. Hal itu jelas membantah pernyataan Dewi Tanjung yang menduga bahwa cairan yang terkena wajah Novel Baswedan bukan zat keras.

"Fakta selanjutnya adalah temuan tim gabungan yang dibentuk oleh kepolisian menyatakan cairan yang digunakan adalah asam sulfat (H2S04). Lalu, laporannya ke polisi pun juga salah alamat. Harusnya yang dia lakukan adalah mendorong kepolisian untuk segera menyelesaikan kasus NB sehingga pelakunya dapat ditangkap," jelas dia.



Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com