Photo : Instagram @lolazieta Lola Zieta.

Lola Zieta Ngaku Panseksual, Apa sih Itu?

Kamis,07 November 2019 - 09:15:48 WIB Di Baca : 35103 Kali

Riauaktual.com - Belakangan nama cosplayer, Lola Zieta lagi jadi bahan pembicaraan. Gara-garanya karena pengakuan blak-blakan Lola dalam akun YouTube milik Deddy Corbuzier. Dalam video yang tayang pada 2 November lalu itu, Deddy menguak kehidupan pribadi Lola, termasuk soal seks.

Deddy dengan gigih menanyakan beberapa pertanyaan sangat pribadi yang akhirnya dijawab oleh Lola. Enggak disangka, Lola membeberkan beberapa hal yang mengejutkan, seperti kesukaannya pada perempuan serta preferensi seksual.

“Aku panseksual. Aku punya preferensi tersendiri,” kata Lola. Makanya, dia enggak hanya tertarik pada pria saja. Bahkan ia mengklaim pernah berhubungan intim dengan sesama jenis. "Buat gue, gender bukan masalah. Gue suka sama perempuan, mereka itu cantik,” tuturnya.

Loading...

Lalu, apa sih yang dimaksud dengan panseksual? Preferensi seksual yang dimiliki oleh Lola Zieta.

Berbeda dengan biseksual

Meski mirip, ada perbedaan antara biseksual dan panseksual. Biseksual ketika seseorang tertarik pada lebih dari satu gender apakah itu pria, wanita atau bahkan transeksual. Sementara, panseksual tidak melihat seseorang berdasarkan gender. Holly Richmond, Ph.D, terapis seks sekaligus konselor pernikahan, menjelaskan panseksual berasal dari bahasa Yunani 'pan' yang berarti semua.

"Panseksual bukan biseksual, melainkan semua bentuk seksualitas", kata Holly, dilansir dari laman Women's Health. Dengan begitu, seorang panseksual bisa tertarik kepada pria, wanita, transgender atau bahkan seseorang yang tidak mengidentifikasikan dirinya ke dalam suatu gender.

Bukan hal baru

Meski baru ramai dibahas beberapa tahun belakangan, panseksual sudah ada sejak awal abad ke-20. Berdasarkan kamus Oxford, panseksual pertama kali muncul tahun 1914 dalam Journal of Abnormal Psychology. Seorang pakar bernama J. Victor Haberman merujuk pada teori Sigmund Freud, bahwa panseksual berawal dari mental yang berubah menjadi seksual. Intinya, Freud meyakini seks adalah motivator segala hal.

Sayangnya, panseksual kala itu belum sepenuhnya dipahami. Orang-orang di tahun 1920-an dan 1930-an di Harlem dan Chicago yang melanggar batasan atau norma dianggap menderita gangguan mental. Hingga akhirnya peneliti seksual, Alfred Kinsey menjelaskan tentang seksualitas, barulah hal tersebut dideskripsikan sebagai orientasi seksual.

 

Sumber: viva.co.id



Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com