Ketua Fraksi PKS di DPR RI, Jazuli Juiwaini. Foto Jawa Pos

PKS Ogah Masuk Kabinet untuk Hormati yang Berkeringat Menangkan Jokowi-Ma’ruf

Senin,14 Oktober 2019 - 08:27:18 WIB Di Baca : 459 Kali

Riauaktual.com - Bisa jadi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bakal menjadi satu-satunya partai politik yang akan berada di barisan oposisi.

Pasalnya, Partai Gerindra dan Partai Demokrat makin terang-terangan mendekati koalisi pemerintah.

Sementara, Partai Amanat Nasional (PAN) sejak awal menekankan siap bergabung dengan catatan jika memang diajak.

Loading...

Terbaru, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menemui Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Keduanya bahkan menggelar pertemuan tertutup sampai lebih kurang dua jam di kediaman Surya Paloh di Jalan Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (13/10/2019).

Partai Nasdem sendiri disebut-sebut sebagai parpol yang paling menolak kehadiran partai berlambang kepala burung Garuda itu dalam koalisi pemerintah.

Sebelumnya, Prabowo sudah menemui Jokowi di Istana, setelah Ketua Umum Partai Demorat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang bertemu lebih dulu.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PKS di DPR RI, Jazuli Juwani enggan pusing.

Menurutnya, silaturahmi dan komunikasi politik adalah sebuah hal yang biasa dalam kehidupan demokrasi.

Kendatipun, jika kemudian silaturahmi tersebut berujung dengan bergabung ke dlaam koalisi pemerintah.

Alasannya, bahwa di dalam dunia politik, segala kemungkinan bisa saja terjadi.

“Semuanya dinamis. Sebagai sebuah pilihan politik, PKS tentu menghormati itu,” ujar Jazuli pada JawaPos.com, Minggu (13/10/2019).

Untuk urusan komunikasi politik dengan tujuan silaturahmi kebangsaan, PKS tidak pernah menutup diri.

“Kita membutuhkan kerja sama atau gotong royong untuk kemaslahatan bangsa dan negara,” jelasnya.

Hanya saja, komunikasi atau silaturahmi antarelite politik itu tidak lantas harus berujung bagi-bagi kekuasaan semata.

Semestinya, hal itu menjadi sebuah diskusi mendalam tentang permasalahan fundamental yang dihadapi bangsa dan perspektif solusinya.

“Sehingga pimpinan negara dan elite politik diharapkan bicara solusi-solusi dan optimistis di hadapan rakyat yang menyaksikan pertemuan tersebut,” paparnya.

Dengan pertimbangan tersebut, legislator asal Banten ini menilai PKS akan lebih leluasa, terhormat, bermartabat, dan objektif dalam menawarkan perspektif dan alternatif solusi kebangsaan jika tetap berperan sebagai oposisi.

“Oleh karena itu, insyaallah PKS komitmen tetap berada di luar pemerintahan,” tegasnya.

Alasan lain, partai berlambang bulan sabit kembar itu ingin memberi contoh budaya politik yang sehat.

PKS enggan masuk kabinet karena ingin menghormati partai-partai yang berkeringat memenangkan Jokowi–Ma’ruf di Pilpres 2019 lalu.

Sekaligus, ingin memaksimalkan peran parlemen dalam hal check and balance sesuai konstitusi.

“Kami merasa tetap di Pemerintahan Republik Indonesia karena PKS punya kader-kader terbaik yang menjadi gubernur dan bupati/wali kota,” katanya.

“Di situ PKS hadir dan memberikan cinta dan pengabdian untuk Indonesia,” pungkas Jazuli.

 

Sumber: pojoksatu.id



Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com