Bentrok Saat Demo di Kantor Gubernur Riau, 13 Mahasiswa dan Polisi Luka-luka 

Selasa,17 September 2019 - 20:47:14 WIB Di Baca : 550 Kali

Riauaktual.com - Beberapa mahasiswa dikabarkan mengalami luka-luka, setelah terlibat bentrokan dengan aparat Kepolisian, saat berdemo didepan kantor Gubernur, Selasa (17/9/2019) sore. 

Menurut informasi, untuk korban mahasiswa berjumlah 13 orang, dan dari Kepolisian berjumlah tujuh personil. 

''Kalau korban dari polisi ada tujuh orang, mereka terinjak-injak,'' kata Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Ipda Budhia Dianda. 

Loading...

Budhia menyebutkan, tujuh korban dari Kepolisian saat ini dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau. 

''Untuk korban polisi, mereka dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau,'' ujar Budhia. 

Ketujuh korban itu, terinjak-injak, disebabkan adanya dorong-dorongan antara mahasiswa yang memaksa masuk. 

Setelah berdemo didepan kantor Gubernur, masa beralih melakukan aksi didepan Mapolda Riau. Sehingga mengakibatkan, jalur lalu lintas macet total dan terpaksa harus dialihkan. 

Bahkan, aksi masa sedikit emosi dan sempat merusak beberapa pagar pembatas jalan Sudirman, depan Kantor Gubernur dan Polda Riau. 

Oleh masa aksi, mereka mengatakan, menuntut Kepolisian Daerah (Polda) segera menindak korporasi yang diduga terlibat aksi membakar lahan. 

''Kami ingin Polda Riau serius menangani kasus yang melibatkan korporasi. Karena KLHK sudah menyegel 10 korporasi, tapi Polda masih menetapkan satu tersangka,'' kata masa. 

Sempat ricuh di depan Mapolda Riau, masa akhirnya diperbolehkan masuk bersama rektor Unri Aras Mulyadi yang datang ke lokasi. 

Usai keluar dari proses negosiasi, Syafrul Ardi ketua BEM Unri mengatakan, tiga tuntutan yang pertama Meminta Kapolda Riau mundur dari jabatannya, karena tak becus mengurusi Karhutla. 

''Sebelum di copot mundur saja Kapolda,'' kata Syafrul. 

Kedua, masa meminta Polda Riau segera bertindak tegas terhadap korporasi. ''Kami minta cabut izinnya korporasi,'' kata Syafrul.  

Kemudian, untuk poin ketiga, Polda diminta bertanggung jawab terhadap masa aksi yang mengalami luka-luka, ada yang patah tulang. 

Menjawab tuntutan masa, Wakapolda Riau, Brigjen Pol Wahyu Widada mengatakan, pihaknya akan serius dalam menangani kasus Karhutla melibatkan korporasi. 

Bahkan, Wakapolda meminta agar mahasiswa turut mengawasi kinerja Kepolisian Daerah Riau. 

''Kami akan upaya kan, agar penanganan kasus karhutla melibatkan korporasi secara ditindaklanjuti,'' ujar Wahyu. 

Wakapolda juga menyatakan, pihaknya akan bertanggung jawab untuk membiayai segala perobatan korban mahasiswa. 

''Segala biaya mahasiswa yang luka akan kita tanggung,'' terang Wakapolda. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...