gubernur sumsel beri makan domba. ©2019 Merdeka.com/instagram herman deru

Gubernur Sumsel Dibully Gara-gara Video Beri Makan Domba Saat Kabut Asap

Selasa,17 September 2019 - 19:11:42 WIB Di Baca : 576 Kali

Riauaktual.com -  Video tengah memberi makan domba Gubernur Sumsel Herman Deru di akun Instagramnya menuai cibiran warganet. Cibiran tersebut muncul sebagai bentuk kritik sikap pemerintah terhadap musibah kabut asap.

Video tersebut diunggah dua hari lalu. Saat ini sudah ditonton sebanyak 9.000 kali dengan puluhan komentar. @hermanderu67 memberi caption dalam postingan itu dengan kalimat 'Domba merino'. Sontak, postingan itu dibanjiri komentar netizen. @revolusi.senja menulis

"@hermanderu67 keren matanya domba sampai bapak merasakan keterharuan mendalam. Tapi bapak tidak merasakan apa yang rakyat rasakan saat ini yg terkena dampak ASAP. BAPAK TIDAK PEDULI sedikitpun polemik kebakaran hutan dan lahan di sumsel.. kemana aja bapak selama ini, apakah tidur diruangan sambil menikmati kopi hasil uang rakyat!!!".

Loading...

Sayangnya, banyak kritikan pedas lain hilang dalam kolom komentar. Tidak diketahui sengaja dihapus pemilik akun atau netizen.

Pada pagi tadi, merdeka.com sempat membaca postingan yang telah terhapus. Di antaranya, @odi_aria menulis "Pak tlg kabut asap ini, sudah ada korban di sumsel. Sampai mau berapa korban lagi biar asap ini padam???"

@firamiraa01 menulis, "pak.. asep lah masuk kamar pak.. kasian bayi kami pak saban hari ngirup asep smpe nafas grok grok .. ,"

Akun @hengky_kurniawann pun menulis "Pak aseeep tolong nian mintak nyawooo... mintak nyawo nahhh,"

"Pak payo urusi asap ni. Kasian anak bayi, balita, samo lansia yg daya tahan tubuhnyo lemah. Jangan nak nunggu ado korban baru nak berijo," tulis akun @yunitasintami.

"Pak GUB tutup mulut dan telinga. RAKYAT TUTUP HIDUNG. Jadi kangen Wak Alex @alexnoerdin.id," akun @nanda.sinatraa berkomentar.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku siap menerima saran dan kritik dari masyarakat. Dirinya tidak ingin masyarakatnya sakit akibat terpapar asap karhutla.

"Siapa yang mau nginap asap? Saya juga ada anak cucu tidak mau terkena asap," ujarnya.

Menurut dia, pemerintah telah bekerja maksimal dalam pemadaman karhutla. Hanya saja, luasnya lahan gambut di Sumsel yang mencapai 1,4 juta hektar memerlukan penjagaan lebih banyak petugas.

Hal ini juga harus didukung seluruh pihak, tak hanya TNI, polri, masyarakat tetapi juga dukungan setiap kepala daerah dan instansi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).

"Jadi bukan takut dicaci, bukan takut dipecat, ini bukti dukungan masyarakat," kata dia.

"Kita sama-sama turun, paling tidak memberikan spirit dan mencontohkan yang baik," sambung dia. 


Sumber: merdeka.com


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...