FKAI gelar Diskusi Umum Tentang Kebebasan Beragama di Inhil

Rabu,11 September 2019 - 11:52:04 WIB Di Baca : 211 Kali

Riauaktual.com - Forum Komunikasi Aktivis Inhil (FKAI) menggelar diskusi umum dengan tema Antara aturan, Penolakan, dan Kebebasan beragama di Inhil, selasa 10 september 2019.

FKAI sendiri adalah organisasi kemahasiswaan yang ada di Inhil yang didalamnya tergabung Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ekonomi, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Inhil dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Diskusi umum yang di laksanakan di majlis miftahus'adah selain diikuti oleh mahasiswa yang berasal DPM Unisi, BEM FKIP Unisi, Dema Akbid juga diikuti organisasi masyarakat seperti Pejuang Subuh Tembilahan, Indonesia Tanpa Pacaran, Ikatan Wartawan Online, Dan warga setempat.

Loading...

Diskusi ini diisi oleh tiga pemateri yang dari pemuka agama islam, H.Hairudin, S.Pd. M. Pd, pemuka agama kristen pdt R. Hisar Hasugian.sth selaku ketua PGI.D.Inhil serta Pakar Hukum Yudhia perdana,SH.,cpl.

Muhammad Husaini selaku ketua panitia mengatakan Kerukunan beragama di Inhil harus lebih dieratkan agar lebih saling memahami antar sesama. Di negara yg berideologikan pancasila ini dengan keragaman etnis, budaya dan agama jangan sampai ada lagi kesimpang siuran antar umat islam dan kristen khususnya ,mengenai kasus yang baru-baru saja terjadi di petalongan.

"Memang benar telah selesai, namun di sini kami belum menemukan perda tentang kerukunan umat beragama di Inhil," katanya.

Ada 3 poin yang menjadi inti dari diskusi yang dilaksanakan oleh FKAI ini, pertama bahwa masyarakat harus saling menjaga kerukunan dan keberagaman umat beragama, Kedua pemerintah belum mempunyai Perda yang jelas terkait pendirian rumah ibadah sebagai pijakan yang berpacu pada Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No 8 tahun 2019.

"Poin ketiga kami berharap agar terciptanya Perda yang mengatur tentang itu," jelasnya.

Muhammad Husaini pun mengungkapkan harapan kedepan nya agar mahasiswa lebih antusias terhadap isu-isu daerah maupun nasional seperti ini.

"Semoga diskusi ini terus berlanjut untuk membahas perda Inhil mengenai kerukunan umat beragama dan tetap saling memegang teguh nilai-nilai pancasila di dalam beragama," tambahnya. (Wan)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...