Kurir Sabu 30 Kilogram Sempat Tabrak Barikade Polisi 

Rabu,04 September 2019 - 19:11:42 WIB Di Baca : 457 Kali

Riauaktual.com - Sebelum mengamankan Mawardi tersangka diduga kurir Sabu 30 kilogram, ternyata pelaku lainnya MR X sempat hampir tertangkap oleh razia Kepolisian.  Namun, Mr X  berhasil lolos, setelah menabrak barikade Polres Siak yang melakukan razia. 

Hal ini terungkap, setelah Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), Brigjen Untung Subagyo memberikan penjelasan pada kegiatan ekspos pengungkapan narkotika jenis sabu, dengan total barang bukti sebanyak 30 kilogram, Rabu (4/9/2019) di Aula Kantor BNNP Riau.

Sebelumnya, Mawardi diamankan bersama barang haram bernilai puluhan miliar tersebut pada Minggu (1/9/2019) dini hari lalu di Jalan Lintas Maredan, Simpang Beringin, Km 25, Kabupaten Siak.

Loading...

Sabu itu kata Untung, dibagi menjadi dua bagian. Sebanyak 20 kg sabu di dalam karung goni warna putih. Sedangkan sisanya 10 kg, disimpan didalam sebuah tas jinjing.

Untung menyebutkan, pria yang bekerja sebagai sopir truk asal Koto Gasib, Kabupaten Siak ini, selain sebagai kurir, ternyata juga sekaligus sebagai pengedar narkoba.

Kepala BNNP Riau, Brigjen Untung Subagyo menuturkan, pengungkapan ini, bermula dari informasi akurat yang diterima pihaknya dari masyarakat.

Dari keterangan Mawardi, awalnya narkoba dalam jumlah besar itu, dibawa oleh Mr X dengan mobil Kijang dari arah Siak.

''Kuat dugaan mereka ini jaringan narkoba yang berasal dari Malaysia, masuk ke Bengkalis dan Pekanbaru,'' ujar Untung.

Oleh pelaku Mr X, ia merencanakan sabu itu hendak ke Kota Bertuah. Namun sekitar pukul 20.00 WIB, laju mobilnya terhambat saat jajaran Polres Siak, menggelar razia.

''Mr X ini ini berhasil lolos. Setelah terus melaju dan menerobos hadangan aparat sampai dia berhasil menjauh. Dia lalu membuang sabu itu di pinggir jalan di Kecamatan Dayun. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Pekanbaru,'' sebutnya.

Setelah tiba di Pekanbaru, Mr X yang sudah diketahui identitas aslinya oleh aparat ini, bertemu dengan tersangka Mawardi.

Namun Mr X, meminta Mawardi mengambil narkoba itu, dengan meminta bayaran senilai Rp50 juta.

Setelah sepakat mengenai harga, lalu tersangka Mawardi dan Mr X berangkat dengan mobil masing-masing ke lokasi yang dimaksud.

Di tengah jalan, mereka singgah di sebuah SPBU. Lalu, Mr X memarkirkan mobilnya, kemudian menumpang mobil Mawardi, melanjutkan perjalanan ke lokasi narkoba yang dibuang oleh Mr X.

''Setelah mengambil sabu, dan dimasukkan ke dalam mobil Mawardi. Mereka lalu menuju ke SPBU untuk mengambil mobil Mr X. Baru bersama-sama beriringan ke Pekanbaru,'' kata Untung.

Di tengah perjalanan, Mr X berbalik arah. Sementara itu, Mawardi terus menuju ke Pekanbaru. Hingga akhirnya, Mawardi diamankan di Simpang Beringin, lewat penghadangan. 

''Saat menghadang Mawardi, anggota sempat melepaskan tembakan untuk menghentikan tersangka,'' sebutnya.

Dari hasil pendalaman, tersangka mengaku baru satu kali ini menjadi kurir sabu.

''Saat kita cek transaksi perbankan tersangka, ternyata kita temukan transaksi sampai Rp200 juta, Rp350 juta, hingga Rp700 juta. Patut diduga dia ini pemain lama, bukan hanya kurir, dia ini juga bandar,'' beber Untung. 

Terkait temuan transaksi ini, Untung menyatakan, pihaknya akan menerapkan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap tersangka Mawardi.

''Ini upaya kita juga untuk memiskinkan bandar narkoba ini. Jadi kita tidak main-main dalam penanganannya,'' sebut dia lagi.

Untung menambahkan, maraknya peredaran narkoba, dikarenakan masih banyaknya permintaan.

Dalam kasus ini diungkapkan Jenderal bintang satu tersebut, tersangka Mawardi ini sesampainya di Pekanbaru, akan menunggu perintah selanjutnya.

Terkait kemana dan kepada siapa sabu 30 kilogram itu diantarkan.

Disinggung apakah jaringan ini terkait dengan jaringan narkoba yang sempat gagal diungkap beberapa waktu lalu, Untung menyatakan hal ini masih didalami.

"Untuk tersangka Mawardi kita jerat pasal 114 ayat 2 juncto pasal 112 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya 20 tahun," pungkasnya. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...