ils/ int

Pekan ini Jaksa Gelar Perkara Dugaan Kredit Fiktif BRI Ujung Batu 

Minggu,25 Agustus 2019 - 20:25:26 WIB Di Baca : 586 Kali

Riauaktual.com - Dugaan kredit fiktif senilai Rp7,2 miliar di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ujung Batu, Rokan Hulu (Rohul), telah dirampungkan penyelidikan nya. Pekan ini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau akan melakukan gelar perkara. 

Perkara ini dilakukan pengusutan, setelah adanya laporan manejemen BRI ke Korps Adhyaksa Riau beberapa waktu. Setelah laporan itu, Kejati Riau itu langsung menerbitkan surat perintah penyelidikan (sprinlid) dengan nomor : Print-08/L.4/Fd.1/07/2019 tertanggal 15 Juli 2019, tentang Penyelidikan Dugaan Korupsi Pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tahun 2017 hingga 2018 pada PT BRI Kantor Cabang Ujung Batu.

Dalam prosesnya, Jaksa mengundang satu persatu pihak untuk diklarifikasi. Mereka adalah Hamdani, Danna dan Slamet Riyadi pegawai serta Rusdi, Kepala Cabang (Kacab) BRI Ujung Batu saat perkara nya terjadi. 

Loading...

Selain dari kalangan pegawai, sejumlah nasabah yang namanya tercatat sebagai pengaju kredit juga dilakukan proses yang sama. Seperti, Ade Hermawan Suarisman, Sumitra, Ponijo dan Darmin, serta Zulpaini.

Beberapa nasabah yang diperiksa diantaranya, Syaiful Tarigan, Suhaili, Sulaiman dan Suhedi, dan beberapa lagi. 

Bahkan, proses klarifikasi juga dilakukan terhadap M Rois Zakaria selaku Kepala Desa Aliantan, Rohul.

''Sudah ada belasan orang yang kita undang, untuk klarifikasi. Maka kini proses penyelidikan rampung,'' kata Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, Ahad (25/8/2019).

Setelah itu, tim penyelidik akan berupaya mencari peristiwa pidana dalam perkara itu. Untuk mengetahui apakah akan ditingkatkan ke tahap penyidikan atau tidak. 

''Ada pidana atau tidak, nanti akan diketahui dari gelar perkara yang dilakukan penyelidik dalam waktu dekat,'' ujar Muspidauan.

Menurut informasi yang didapat nya, gelar perkara itu rencana akan dilakukan pekan ini. 

Diketahui, dari keterangan salah seorang pihak yang diklarifikasi Jaksa, atas nama Suhaili, terdapat 18 orang nasabah dalam pengajuan kredit itu. Masing-masing mereka meminjam uang senilai Rp500 juta. Namun yang mereka terima tidak sebanyak itu, melainkan bervariasi sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta perorang.

Dalam pengajuan kredit saat itu, mereka didatangi oleh seseorang warga yang bernama Sudir. Lalu, Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) milik mereka dipinjam sebagai syarat untuk pengajuan kredit.

Diketahui, kredit yang diajukan untuk membuka veron atau tempat penyimpanan sementara tandan buah sawit.

Ternyata, para nasabah itu tidak mengetahui agunan dalam pengajuan kredit tersebut. Begitu juga dengan pembayaran kredit.

Dari informasi yang dihimpun, kredit yang dicairkan mengalami macet. Belakangan, pihak bank diketahui sulit untuk eksekusi terhadap agunan, karena diduga fiktif. (HA)
 


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...