Ratusan Imigran di Pekanbaru Kembali Demo IOM 

Senin,19 Agustus 2019 - 16:40:43 WIB Di Baca : 356 Kali

Riauaktual.com - Untuk kedua kalinya, ratusan imigran atau pencari suaka kembali melakukan demontrasi di depan kantor International Organizations for Migration (IOM) di komplek Graha Pena, Jalan HR Soebrantas, Senin (19/8/2019) ini.

Aksi kedua kali ini, sama seperti sebelumnya meminta kejelasan nasib mereka, yang tak kunjung ada kejelasan kapan akan diberangkatkan ke negara ketiga. 

Menurut Ije salah satu masa aksi mempertanyakan rencana pengiriman mereka ke Australia, Kanada, Amerika Serikat, serta Selandia Baru.

Loading...

''Aksi demonstrasi ini sengaja dilakukan. Agar organisasi terkait seperti IOM, termasuk UNHCR bisa segera memberikan penjelasan kepada mereka, kapan akan diberangkatkan ke negara ketiga,'' kata Ije. 

Ije mengutarakan, bahwa ia dan beberapa imigran lainnya sudah berada di Pekanbaru lebih kurang tujuh tahun. 

''Dengarkan kami, dan mulailah bicara soal proses penempatan ke negara ketiga,'' kata Ije dan imigran lainnya. 

Ratusan pengungsi itu, rata-rata berasal dari Irak, Afghanistan, Somalia, Sudan, Palestina, dan beberapa negara lain.

Aksi ini dilakukan karena, para pengungsi tidak bisa hidup secara normal, layaknya warga negara Indonesia pada umumnya. Ruang mereka sangat dibatasi.

''Kami minta kejelasan, sebab kami hidup disini tidak normal, seperti di penjara dan tak punya pekerjaan,'' sebutnya.

Ije dan teman-teman imigran lainnya juga mengatakan, anak-anaknya tidak bisa belajar seperti warga normal. 

''Anak-anak kami tidak punya pendidikan yang cukup. Sangat sulit, itulah kenapa kami datang ke sini (kantor IOM), supaya suara kami didengar,'' sambung dia lagi.

Menurut Ije, para pengungsi ini datang ke Indonesia secara sah dan legal, terdaftar secara resmi di organisasi internasional UNHCR.

Namun meski demikian, pihaknya sangat berterimakasih terhadap pemerintah Indonesia, termasuk pemerintah daerah serta masyarakat yang ada di sekitar tempat tinggal atau pengungsian mereka.

''Kami tidak punya masalah dengan pemerintah dan orang indonesia. Kami di sini hanya transit. hubungan kami baik (dengan masyarakat),'' tutup IJE. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...