Ilustrasi (net)

Bikin Umat Nasrani Geram, Politisi PDIP dan Gerindra Kompak Bela UAS

Senin,19 Agustus 2019 - 08:02:51 WIB Di Baca : 14002 Kali

Riauaktual.com - Ustadz Abdul Somad (UAS) mendapat sorotan tajam terkait ceramahnya yang menyinggung soal salib dan Yesus.

Ceramah itu tertuang dalam potongan sebuah video yang menjadi viral di media sosial.

Hal itu lantas membuat umat Nasrani di Indonesia geram dan mempertanyakan ceramah dai kondang asal Pekanbaru, Riau itu.

Loading...

Akan tetapi, politisi PDIP Masinton Pasaribu sepertinya tak sependapat akan hal tersebut.

Demikian disampaikan anak buah Megawati Soekarnoputri itu melalui akun Twitter pribadinya, Minggu (18/8/2019).

Cuitan itu merupakan tanggapan atas balasan pemilik akun @alex_hunter146. Dalam cuitan itu, @alex_hunter146 menyebut bahwa UAS adalah karib Masinton.

“Somad Sohibnya (anggota, red) Komisi 3 DPR RI Nih @Masinton,” tuis akun tersebut.

Hal itu lantas dibalas Masinton sembari mencuitkannya kembali.

“Saya selalu apresiasi ceramah-ceramah UAS,” ujar Masinton di akun twitternya, Minggu (18/8).

Sebagai ulama yang dicintai pengikutnya, Masinton pun tak habis pikir bahwa UAS disebut hendak memecah bangsa.

“Dalam pandangan saya, beliau clear tentang ke-Indonesiaan dan 4 pilar kebangsaan,” tutup dia.

Sebelumnya, pembelaan senada juga disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono.

Menurut anak buah Prabowo Subianto itu, apa yang disampaikan UAS dalam ceramahnya itu adalah hal yang biasa.

Bagi Arief yang notabene seorang Katolik ini, caramah UAS itu justru bisa makin menguatkan keimanan.

“Apa yang diucapkan UAS menurut saya sebagai bagian dari kita, umat Kristen agar makin menguatkan iman kepercayaan kita terhadap Jesus Kristus,” kata Arief, Minggu (18/8/2019).

“Ini juga sebagai bagian kebijaksanaan dan Hikmat Allah bagi pengikut Jesus di dunia ini, karena sebagai umat Jesus kita harus selalu jadi musuh dunia, karena dunia sesungguh tidak mengenal Jesus dengan baik,” sambungnya.

Arief memaknai apa yang disampaikan UAS lebih kepada meyakinkan umatnya untuk lebih beriman dan tidak salah dalam kepercayaan yang diimani.

“Dan itu sah-sah saja ya. Apalagi diucapkan di sebuah pengajian yang eksklusif, sangat tertutup,” tegasnya.

Akan hal itu, ia pun berpandangan ceramah UAS yang disampaikan tiga tahun silam itu tak perlu dibawa ke ranah hukum.

“Saya percaya kok kalau UAS yang baik hati dan lembut, santun perangainya itu tidak bermaksud untuk menciptakan perpecahan umat beragama di Indonesia,” tandasnya.

 

Sumber: pojoksatu.id


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...