ils/ int

Rambah Taman Tesso Nilo, Tokoh Masyarakat Setempat Ditangkap 

Rabu,14 Agustus 2019 - 20:22:04 WIB Di Baca : 235 Kali

Riauaktual.com - Seorang tokoh masyarakat atau Batin dijuluki sebagai Batin Hitam Sungai Medang ditangkap atas dugaan melakukan perambahan lahan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). 

Penangkapan dilakukan Satuan reserse kriminal kepolisian resor Pelalawan. Tersangka inisial AA diduga membuka lahan di TNTN seluas enam hektar. 
 
''Tersangka diamankan karena membuka lahan untuk perkebunan karet,'' kata Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan, Rabu (14/8/2019) ini. 

Penangkapan tersangka berinisial AA, setelah Polres Pelalawan mendapat informasi pembukaan lahan dengan cara membakar di kawasan konservasi itu dari Balai TNTN. 

Loading...

Berdasarkan laporan tersebut, Polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap AA, pria paruh baya tersebut awal pekan ini. Saat ini, AA telah ditetapkan sebagai tersangka meski pada awalnya dia menolak mengakui lahan yang ia buka termasuk dalam kawasan lindung. 

''Awalnya tersangka tidak mengakui bahwa lahan tersebut berada dalam kawasan taman nasional melainkan tanah ulayat (tanah adat). Namun, Balai TNTN memastikan masuk ke kawasan konservasi,'' terang Kaswandi. 

Polisi menjerat tersangka dengan pasal berlapis Undang-Undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem.

Sementara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengaku telah mengantongi data cukong atau pencaplok lahan taman nasional Tesso Nilo yang menguasai lahan di kawasan konservasi itu hingga ribuan hektare. 

''Kita juga sudah punya petanya. Siapa yang punya tiga hektare dan siapa yang punya 3.000 hektare,'' kata Menteri LHK Siti Nurbaya kepada wartawan di Pelalawan, Selasa kemarin (13/8/2019).

Ia menjelaskan kondisi TNTN saat ini sangat memprihatikan. Kebakaran tersebut sangat tidak mungkin akibat ketidaksengajaan, sebab menurut dia ada kelompok tertentu yang telah membuat zonasi di areal konservasi itu. 

Pemerintah bersama Polri, katanya, akan mengendepankan tindakan penegakan hukum dalam mengatasi masalah di TNTN. Termasuk diantaranya turut melibatkan Pemerintah Provinsi Riau serta kalangan aktivis lingkungan yang memahami benang kusut di TNTN. 

''Aspek utama adalah penegakan hukum,'' ujarnya.

Dia mengklaim mendapat dukungan penuh dari Kapolri untuk melakukan tindakan "law enforcement" di TNTN. "Kemarin sore pak Kapolri sudah mempertegas tentang langkah penegakan hukum. Konseptualisasi sudah ada. Kita selesaikan bersama aparat dan aktivis lapangan yang memahami wilayah itu," lanjut Siti. 

TN Tesso Nilo adalah kawasan konservasi, yang salah satunya berfungsi sebagai habitat asli satwa endemik gajah sumatera (elephas maximus sumatranus).

Awalnya, luas TN Tesso Nilo adalah 38.576 hektare (ha) berdasarkan surat keputusan menhut No.255/Menhut-II/2004. Kemudian kawasan konservasi itu diperluas menjadi 83.068 ha dengan memasukkan areal hutan produksi terbatas yang berada di sisinya, berdasarkan SK No.663/Menhut-II/2009. Namun, kerusakan yang terjadi di kawasan itu akibat perambahan sudah sangat massif yang mengubah bentang alam hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...