foto: istimewa

Petani di Pekanbaru Sebut Kabut Asap Pengaruhi Tanaman

Rabu,14 Agustus 2019 - 15:28:32 WIB Di Baca : 381 Kali

Riauaktual.com - Kota Pekanbaru diselimuti kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) beberapa minggu terakhir. Selain mempengaruhi kesehatan, kabut asap juga mempengaruhi tanaman Petani di Kota Bertuah. 

Widiyanto, salah satu petani di Jalan Kartama I, mengaku mulai merasakan dampak kabut asap yang melanda Kota Pekanbaru akhir-akhir ini. Ia menyebut, hasil panen sayuran menjadi tidak maksimal. 

Ia mencontohkan, tanaman Pare yang Ia tanam. Ukuran pare menjadi tidak normal dari biasa. "Berpengaruh, karena debu-debu kabut asap ini. Buahnya berkurang, buahnya itu jadi tidak lurus, daunnya keriting seperti itu ciri-cirinya," kata Widiyanto, Rabu (14/8/2019). 

Loading...

Selain pare, sayuran seperti kangkung maupun bayam juga mengalami penurunan harga. Saat ini, Sayur Bayam hanya dihargai Rp500 dan kangkung Rp800  perikat. Normalnya, kedua sayuran ini dihargai Rp1000 perikat.

"Tidak mau besar kayak bayam dan kangkung itu. Kalau cuaca Bagus 20 hari bisa panen. Dengan cuaca kayak gini 25 hari baru bisa panen," jelasnya. 

Ia berharap hujan bisa segera turun di Pekanbaru agar kabut asap bisa sedikit berkurang. "Untung enggak, tapi balik modal saja. Karena, dibantu sayuran lain seperti selada dan sawi. Selada Rp4 ribu perikat, itulah lagi," jelasnya. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru Mutia Eliza membantah hal itu. Kata dia, kabut asap tidak mempengaruhi kondisi tanaman. Biasanya, yang berpengaruh pada tanaman itu adalah musim kemarau. 

"Kalau panas memang ada pengaruh. Tapi kalau asap tidak ada pengaruh. Karena kan perlu air kalau tanaman itu," jelasnya. 

Ia menyebut, beberapa daerah saat ini memang dilanda musim panas. Seperti di daerah Jawa. Kenaikan harga kebutuhan yang terjadi bukan karena kabut asap. Melainkan memang sedang musim kemarau. 

"Jadi memang mereka ada yang gagal panen. Cabe harganya naik karena pasokan kurang. Itu yang mengakibatkan harga melonjak. Sekarang sudah turun juga, karena sudah selesai lebaran. Waktu lebaran kemaren harganya lumayan tinggi. Hapir Rp100 ribu perkilo," jelasnya. (das)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...