ils/ int

Terkait Kredit Macet senilai Rp7,2 M, Jaksa Klarifikasi Mantan Kacab BRI Ujung Batu

Rabu,07 Agustus 2019 - 20:24:31 WIB Di Baca : 491 Kali

Riauaktual.com - Belasan orang diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, terkait dugaan kredit fiktif senilai Rp7,2 miliar di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ujung Batu, Rokan Hulu. 

Dari belasan orang tersebut, salah satu yang diperiksa adalah Rusdi, sebelumnya berstatus sebagai mantan Kepala Cabang. 

Pemeriksaan Rusdi ini, dikatakan Muspidauan Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, dalam rangka dimintai keterangannya oleh Penyelidik Pidana Khusus (Pidsus) pada tahap penyelidikan, Rabu (7/8/2019) ini. 

Loading...

''Pemeriksaan ini lantaran yang bersangkutan diyakini mengetahui perkara rasuah terjadi di perusahaan berplat merah tahun 2017-2018 lalu,'' ungkap Muspidauan. 

Pemanggilan Rusdi ini, kata Muspidauan, untuk menjalani proses klarifikasi. Dimana, saat ini penyidik sedang melakukan pengusutan perkara yang tengah ditangani Korps Adhiyaksa Riau.

''Dalam rangka diklarifikasi penyelidik, pada Selasa kemarin,'' kata Muspidauan. 

Tahapan ini, sebut Muspidauan salah satu upaya penyidik untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) serta mencari peristiwa pidananya. 

''Masih mencari peristiwa tindak pidana korupsi perkara itu,'' paparnya.

Sampai saat ini, proses klarifikasi telah dilakukan dalam beberapa hari terakhir. Belasan orang saksi sudah datang memenuhi panggilan penyelidik. 

''Proses pemeriksaan terus berlanjut, untuk memenuhi kebutuhan penyidik,'' kata Muspidauan. 

Sebelumnya dilakukan klarifikasi terhadap Rusdi, tiga karyawan BRI Cabang Ujung Batu Hamdani, Slamet Riyadi dan Danna juga juga telah menjalani hal serupa. 

Selain itu, belasan warga Aliantan yang namanya tercatat sebagai nasabah di bank tersebut juga diperiksa.

Diketahui dalam dugaan korupsi ini, identitas belasan warga itu hanya digunakan untuk pengajuan kredit pinjaman masing-masing sebesar Rp500 juta. Faktanya, warga hanya menerima sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta perorang.

Sebelumnya, perkara tersebut berawal dari laporan manajemen BRI ke Korps Adhyaksa Riau, beberapa waktu lalu. Atas laporan itu, ditindaklanjuti dengan menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprinlid) serta dilakukan pengumpulan bahan dan keterangan. 

Sementara terhadap kredit sebesar Rp7,2 miliar dicairkan pada 2017-2018, untuk membuka veron atau tempat penyimpanan sementara tandan buah sawit. Dalam perjalanannya, kredit yang dicairkan mengalami macet. Belakangan, pihak bank diketahui sulit untuk eksekusi terhadap agunan, karena diduga fiktif. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...