Kendaraan yang melintas di Jalan Tuanku Tambusai dari arah Soekarno-Hatta menuju Jenderal Sudirman terlihat terjebak kemacetan pada Rabu (2/12/2020) sore. Sementara dari arah Sudirman ke Soekarno Hatta terpantau lancar. Foto: Ist

U-Turn Ditutup, Tuanku Tambusai Macet, Dishub: Sudah Ada Kajian

Jumat, 04 Desember 2020 - 08:41:29 WIB Di Baca : 623 Kali


Riauaktual.com - Pengguna Jalan Tuanku Tambusai mengeluhkan macetnya ruas jalan, tepatnya diseputaran persimpangan Jalan Paus-Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan KH Ahmad Dahlan - Jalan Tuanku Tambusai. Kemacetan terjadi setelah U-Turn atau jalur berbalik arah tak jauh dari persimpangan Jalan Paus ditutup permanen.

Salah seorang pengguna jalan kepada media mengatakan, macet terjadi belum lama ini.

"Setelah jalur berbalik arah yang tak jauh dari simpang Jalan Paus ditutup, jalan macet. Mau lewat kemana, lewat Jalan KH Ahmad Dahlan, lagi ada pekerjaan. Bisa sih lewat, tapi ya harus antri juga, soalnya kendaraan dari arah berlawanan kan mau lewat juga, sementara pekerjaan di jalan itu memakan setengah badan jalan," ujar Beni mengeluhkan, kemarin.

Ditempat terpisah, Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, Edy Sofyan ketika dikonfirmasi mengatakan, penutupan U-turn secara permanen di kawasan persimpangan Jalan Paus-Tuanku Tambusai sudah sesuai kajian yang dilakukan bersama Satlantas.

"Itu sudah ada kajian. Kawasan itu crossing (kendaraan) cukup tinggi dan jaraknya (dari Jalan Paus) juga terlalu dekat, makanya ditutup mati," kata Edy Sofyan menyikapi adanya kemacetan arus lalu lintas pasca penutupan U-turn.

Menurut Edy Sofyan, penutupan yang dilakukan pihaknya bukanlah hal baru, tapi sudah berlangsung sejak lama. Hanya saja, diakui dia penutupan sebelumnya tidak bersifat permanen seperti saat ini.

"Penutupan U-turn itu sebenarnya sudah lama, cuma sekarang kami menggunakan yang portable, permanen. Sebelumnya dibuka tutup sama pak ogah, maka ditutup permanen," ujarnya.

Meski dilakukan penutupan secara permanen, terang Edy Sofyan, pihaknya masih mengevaluasi kebijakan tersebut. Jika kemacetan tidak bisa diurai, ada kemungkinan U-turn dibuka kembali untuk setengah jalur.

"Sekarang masih dievaluasi, masih kita pantau, karena kan ada trouble error. Jadi tetap dievaluasi, bukan berarti barang mati. Evaluasi kita kerjasama dengan Satlantas," tutupnya.





Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com