Dakeslim SE

Jelang Pilkada, Kondisi Politik di Bengkalis Semakin 'Bergairah' Sejumlah Nama Mencuat

Sabtu,13 Juli 2019 - 10:19:51 WIB Di Baca : 1305 Kali

Riauaktual.com - Semakin 'bergairah', begitulah kondisi politik kekinian yang terjadi menjelang helat kepala daerah yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 di Kabupaten Bengkalis, Riau. Sejumlah nama mulai santer terdengar melakukan pedekate politik ke sejumlah partai. 

Menurut tokoh Pemuda Bengkalis, Dakeslim hal tersebut sepatutnya terjadi, mengingat, peluang untuk menduduki kursi orang nomor satu di Bengkalis terbuka lebar dalam hal situasi dan kondisi dilapangan.

Dakeslim, memberi contoh, salah satunya yang dilakukan, Abdul Kadir, yang saat ini menduduki ketua DPRD Kabupaten Bengkalis yang terlihat sangat begitu agresif melakukan manuver politik ke sejumlah partai. 

Loading...

"Dari informasi yang kita dapatkan, Kadir rutin melakukan safari politik ke sejumlah elite partai untuk mendapatkan restu menggunakan perahu partai tersebut dalam berkontestasi di pilkada tahun depan," ungkapnya.

Mantan Ketua MPC Pemuda Pancasila dua periode ini juga mengemukakan, posisi Kadir memang sangat diuntungkan dengan perolehan 6 kursi partainya PAN pada Pileg tahun ini. Dengan modal itu pastinya, Kadir sangat Pede dalam melobi koalisi.

"Kadir tentu saja bisa mendapatkan Demokrat dengan 2 kursi yang ada, pastinya hal tersebut sudah cukup untuk beliau masuk gelanggang. Terlebih ada kedekatan emosional Kadir dengan petinggi partai Mercy tersebut di Bengkalis," tuturnya.

Dakeslim yang juga sebagai Penasehat PWI Kabupaten Bengkalis ini juga menilai PKS, partai yang menjadi pemenang pemilu tahun 2019 di Kabupaten Bengkalis ini berkemungkinan besar akan mengusung calonnya sendiri. Momentum meneraju parlemen negeri junjungan ini tentu tidak akan di sia-siakan oleh partai berlambang bulan sabit dan padi ini.

"Tidak mungkin PKS mencalonkan kader partai lain karena mereka pemenang di Bengkalis. Kalau pun membangun koalisi, kemungkinan mereka akan memberikan posisi wakil," ucapnya.

Ada sejumlah nama yang mulai terkemuka di permukaan dari PKS, mulai dari sang ketua partai, Khairul Umam, Lc, dan Abi Bahrun, M. Si, yang terdengar berhasrat maju. dr. H. Fidel Fuadi dan Sanusi, anggota legislatif terpilih 2019 ini juga tersiar kabar sudah melakukan pendekatan - pendekatan dengan beberapa tokoh. 

Sementara dari Partai Golkar, kata Dakeslim, ada nama Indra Gunawan Eet, P.Hd. Bermodalkan 8 kursi, tentu menjadi bekal awal yang sangat cukup bagi dirinya menggandeng perahu lain untuk melengkapi syarat pencalonan.

Dan sepertinya, kata Dakeslim, partai beringin ini agak sedikit hemat memunculkan kadernya. Karena sampai saat ini, belum ada nama lain yang muncul ke permukaan selain nama ketua DPD. 

Beralih ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, ada Kaderismanto yang kini sudah naik tingkat menjadi ketua DPD PDI Perjuangan Propinsi Riau, dikabarkan juga siap bertarung.

"Namun ada yang unik juga dari informasi di PDIP,  ada nama Suyatno Bupati Rohil yang periodenya akan habis di tahun depan, disebut sebut siap balik kampung ke Bengkalis. Dimana dikabarkan beliau sudah meminta restu kepada petinggi PDI Perjuangan, dengan beralaskan 6 kursi parlemen," tuturnya.

Terakhir ada Gerindra yang pada pemilu tahun ini juga mendapatkan 6 kursi, dikabarkan juga tengah mengintip peluang untuk meramaikan pemilihan kepala daerah ini. 

Nama mantan pelaksana tugas sekretaris daerah, H. Arianto, MP, yang kini duduk manis sebagai legislator, dikabarkan sudah sejak awal menyiapkan diri untuk maju. Dan ada nama Hardianto, sekretaris partai Gerindra Propinsi Riau, yang sempat mencalonkan diri sebagai wakil gubernur lalu itu juga mulai berhitung menjajaki peluang tersebut. 

Ketiga disinggung, bagaimana peluang partai partai selain nama besar diatas, Dakeslim menilai partai-partai tersebut tidak akan ketinggalan peran, bahkan bisa jadi merekalah penentu siapa yang akan maju di pilkada Bengkalis mendatang.

"Kita tau, PKB ada 3 kursi, Nasdem 3 kursi, Demokrat 2 kursi, PPP, PBB, PERINDO masing-masing 1 kursi. Pastinya jumlah kursi yang tersisa ini bisa menopang syarat untuk maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati," ucapnya.

Namun Dakeslim juga menyebut hal tersebut bisa saja berubah-ubah mengingat politik itu selalu dinamis, dan bersyarat.

"Jika ada pergerakan semua bisa berubah. Namun pastinya nama-nama diatas merupakan nama-nama yang kita nilai mempuni dan berpeluang," pungkasnya. 

Diluar tokoh partai politik, ada sejumlah nama yang juga digadang - gadang bersiap maju menjadi calon kepala daerah. Pembahasan, dilanjutkan pada tulisan berikutnya. (PUT)
 


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...