Seorang pria menunjuk berita sampul sebuah suratkabar dengan foto presiden wilayah Ahmara, Ethiopia, Ambachew Mekonen (kiri) dan Panglima Militer Jenderal Seare Mekonen, 24 Juni 2019. Dua orang itu tewas dibunuh secara terpis

Dibunuh Pengawal, Panglima Militer Ethiopia Dimakamkan Hari ini

Selasa,25 Juni 2019 - 18:51:10 WIB Di Baca : 532 Kali

Riauaktual.com - Pemerintah Ethiopia menggelar upacara pemakaman Panglima Militer Jenderal Seare Mekonnen, Selasa (25/6/2019), atau tiga hari setelah dia dibunuh oleh pengawalnya sendiri dalam peristiwa menghebohkan yang diduga terkait dengan upaya kudeta di negara bagian Amhara.

Perdana Menteri Abiy Ahmed yang memimpin upacara tampak berlinang air mata, demikian juga para pelayat sesenggukan ketika peti jenazah Mekonnen yang dibungkus bendera Ethiopia diusung para prajurit berseragam.

Dua pejabat tinggi dibunuh akhir pekan lalu dan menjadi pukulan berat bagi Abiy yang tengah menggalakkan upaya reformasi politik dan ekonomi besar-besaran di negara tersebut.

Loading...

Kebijakannya itu justru memicu kekerasan etnis dan kerusuhan karena berbagai kelompok berbeda ingin berebut sumber daya dan kekuasaan.

Pada Sabtu, sekelompok "pembunuh bayaran" atau hit squad masuk ruang pertemuan para pejabat tinggi Amhara, melepas tembakan dan membunuh presiden negara bagian Ambachew Mekonnen, seorang penasihatnya, dan jaksa agung negara bagian.

Beberapa jam kemudian di Addis Ababa, sekitar 500 kilometer dari Amhara, Panglima Militer Seare Mekonnen ditembak hingga tewas oleh pengawalnya. Seorang jenderal purnawirawan yang tengah berkunjung juga ikut dibunuh.

Menurut pemerintah, Seare ketika itu sedang mengkoordinasikan langkah memberantas "upaya kudeta".

Kantor perdana menteri mengatakan serangan hari Sabtu itu "terkoordinasi".

Pemerintah menuduh pejabat keamanan Amhara, Asaminew Tsige, sebagai dalang pembunuhan. Dia ditembak mati polisi saat dalam pelarian, Senin kemarin.

Asaminew mendekam di penjara selama hampir satu dekade karena divonis terlibat dalam kudeta 2009, dan baru dibebaskan tahun lalu. Dia bebas berkat kebijakan remisi massal yang diawali oleh mantan perdana menteri Hailemariam Desalegn dan dilanjutkan oleh Abiy.

 

Sumber: AFP


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...