ils/ int

Sadis! Cuek Saat Ditanya Gaji, Bos Tewas Ditikam Karyawan

Minggu,23 Juni 2019 - 08:37:27 WIB Di Baca : 1789 Kali

Riauaktual.com - Sabtu, 22 Juni 2019. Fadlyanor alias Fadli (26), mementaskan 43 adegan rekontruksi pembunuhan sadis terjadap bosnya, Site Manager PT Trisakti Cipta Nusantara, Kilindra Candra Eta alias Indra (29).

Pembunuhan itu diketahui bermotif sakit hati, karena gaji selama dua pekan tidak dibayar.

Peristiwa itu terjadi 3 tahun lalu. Pagi itu, sekitar pukul 08.00 WIB. Pelaku dijemput korban di rumah kontrakan pelaku, di jalan Pendreh Kilometer 2 Komplek Perumahan H.Taher, Kelurahan Melayu Kabupaten Barito Utara. Korban datang dengan mobil Mitsubishi Strada Triton putih.

Loading...

Mereka kemudian naik ke mobil. Pelaku waktu itu di posisi pengemudi, sementara Indra duduk di sampingnya. Mereka berdua keliling Muara Teweh mencari perlengkapan yang rencananya akan dibawa ke tempat kerja. Antara lain, terpal, cangkul dan sejenisnya.

Setelah terasa cukup, mereka kembali ke rumah pelaku, karena ada bor ketinggalan. Saat pelaku masuk ke dalam rumah untuk mengambil bor rupanya istri pelaku meminta uang untuk membeli susu anaknya yang sedang demam.

Karena tak punya uang, pelaku dan istrinya sempat cek cok mulut, sebelum kemudian menuju ke mobil.

Indra saat itu sedang asyik bermain ponsel sambil bersantai. Kursinya agak ke belakang.

Melihat bosnya tenang-tenang saja, pelaku lalu menanyakan perihal gajinya.

“Gaji saya sudah keluar kan bos?” tanyanya.

Namun Indra tak memalingkan muka. Dia masih asyik dengan ponselnya. “Belum, kalau sudah saya kasih,” ujarnya sambil tetap memainkan ponselnya.

Obrolan singkat itu langsung membuat pelaku terdiam dan menundukkan kepalanya di setiran mobil.

Beberapa saat kemudian, dengan kepala masih di setir, tangan pelaku meraba daerah bawah kursi untuk mengambil pisau yang ada di situ. Indra yang masih sibuk dengan ponselnya, tidak menyadari bahaya. 

Pelaku langsung menusukkan pisau itu ke dada korban. Korban terkejut, sempat memegang pisau itu untuk melepaskannya, sambil berbicara kepada pelaku. 

Akan tetapi pelaku, tak menghiraukannya. Dia mencabut dan menusukkan kembali pisau tersebut ke arah dada korban, akan tetapi tusukan kedua meleset dan mengenai lengan kiri pelaku hingga tembus.

Saat korban berbalik badan, dengan posisi kedua tangan hendak membuka pintu niat untuk kabur. Pelaku cepat mencabut pisau di lengannya, lalu menusukan pisau ketiga kalinya menancap di bagian belakang korban hingga tembus ke dadanya, hingga korban tak sempat membuka pintu. 

Korban langsung tersungkur ke arah depan dengan keadaan tak berdaya. Darah membanjiri jok mobil.

“Korban tak berdaya, menurut saya nyawanya sudah hilang,” ujar Fadli dalam rekonstruksi itu.

Fadli lalu mengambil jaket di belakang kursi, melilitkan ke tangannya. Keluar mobil, menuju ke arah rumah, mengambil kunci motor, lalu pergi ke rumah sakit RSUD Muara Teweh sampai pukul 17.00 WIB. Setelah itu, palaku sebelum balik ke rumah ia taruh jaketnya ke dalam mobil dan langsung masuk ke dalam rumah. 

“Waktu itu saya berpikir bagaimana menghilangkan apa yang terjadi (korban),” kata pelaku.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Batara, AKP Kristanto Situmeang seperti dilansir dari Kaltengpos mengatakan, ada 43 adegan yang diperagakan tersangka atas pembunuhan yang dilakukannya pada tahun 2016 lalu.

 

Sumber: rakyaku


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...