Usai Relokasi 4 Gajah Liar, Indro dan Rahman Hadapi Dua Gajah Agresif

Rabu,19 Juni 2019 - 20:50:24 WIB Di Baca : 368 Kali

Riauaktual.com - Upaya tim gabungan merelokasi empat gajah liar masuk ke pemukiman di Peranap Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau sudah mulai membuahkan hasil. Saat ini satwa ini sudah berhasil dihalau dan menuju Kabupaten Kuansing.

Kepala Bidang I BBKSDA  (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Riau, Andri Hansen Siregar menjelaskan, kawanan gajah Sumatera itu saat bergerak menuju perkebunan sawit milik perusahaan swasta. Pihak perusahaan diminta untuk tidak melakukan aktivitas di wilayah yang akan dilalui satwa dilindungi itu.

"Saat ini gajah akan menuju PT Bintang, salah satu perusahaan sawit swasta. Kita sudah melakukan kordinasi dengan pihak perusahaan agar memfasilitasi gajah untuk melintas," kata Andri Hansen kepada Riauaktual.com (Rakyat Riau Group) Rabu (19/6/2019) di Pekanbaru.

Loading...

Namun tim BBKSDA tidak mau memaksakan kawanan gajah liar itu untuk segera bergerak di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Mereka akan digiring secara perlahan. Petugas hanya menghalau di sejumlah titik agar gajah tidak kembali masuk ke pemukiman.

"Kita tidak mau memaksakan gajah liar itu untuk kembali kehabitatnya. Nantinya gajah itu juga akan melewati areal konsesi HTI (Hutan Tanaman Industri) milik PT RPI. Tim terus mengawasi gajah liar itu untuk sampai tempat yang aman," imbuhnya.

Dia tidak bisa memastikan sampai kapan proses relokasi kawanan gajah liar itu sampai ke TNTN. Medan yang cukup sulit membuat tim kesulitan untuk terus mengikuti pergerakan hewan bergading itu.

Dalam upaya relokasi gajah liar, dua ekor gajah latih Rahman dan Indro dikerahkan. Upaya relokasi sudah mulai dilakukann sejak 10 Juni 2019."Kita tidak bisa memperkirakan kapan gajah tersebut sampai ke habitatnya karena pergerakan gajah lambat," imbuhnya.

Usai membawa empat gajah ke tempat yang aman, tim BBKDSA segera berkonsentrasi mengahalau dua ekor gajah Sumatera yang berada di Kecamatan Kelayang . Upaya ini dilakukan setelah upaya relokasi empat ekor gajah liar di Kecamatan Peranap sudah menunjukan kemajuan.

Untuk merelokasi dua gajah, gajah latih, Indro dan Rahman kembali dikerahkan. Saat ini dua gajah bertubuh besar dan bergading besar ini sudah diberangkatkan ke lokasi dua gajah liar itu."Indro dan Rahman akan kembali diturunkan untuk menghalau gajah agar tidak ke pemukiman," Kepala Bidang I BBKSDA Riau, Andri Hansen Siregar.

Dua gajah liar di Kelayang itu saat ini terpantau sedang berada di salah satu perkebunan sawit milik warga. Dua gajah yang beranjak dewasa ini dikenal agresif. Tim harus waspada menghadapi satwa liar itu.

"Dua gajah di Kelayang ini berjenis kelamin jantan. Tubuh besar seperti Indro. Kedua gajah itu agresif karena sedang mencari jati diri sebagai gajah dewasa," ujar Andri lagi.

Dari pengamatan di lapangan dua gajah liar itu sedang memakan pohon kelapa sawit yang umurnya sekitar 3 tahun. Pihak BBKSDA bersama Pemkab Inhu dan warga sudah sepakat agar warga tidak mengganggu proses relokasi gajah.

"Kita sudah menghimbau agar warga tidak melakukan aktivitas seperti menghidupkan bunyi bunyian untuk menghalau gajah. Selama ini warga memang berupaya mencegah agar gajah tersebut tidak masuk ke kebun mereka dengan menghidupkan bunyi-bunyian," tuturnya.

Dia menggambarkan, untuk relokasi dua gajah jantan di Kelayang tidak akan sesulit menggiring empat ekor gajah liar di Peranap. Ini karena jumlah gajah yang digiring lebih sedikit.

"Selain faktor jumlah, hal yang memudahkan kita merelokasi dua gajah liar di Kelayang karena kondisi medan yang tidak sulit dijangkau. Selain itu areal kebun warga yang dilalui dua gajah itu terlihat lebih rata dan bersih. Ini jauh dengan kondisi perlintasan empat gajah yang cakupan hutannya masih lebat sehingga menyulitkan," tukasnya.

Dua gajah tersebut nantinya akan digiring ke Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN)." Kedua gajah itu nantinya akan digiring ke arah empat gajah yang saat ini sudah berada di Kabupaten Kuansing," imbuhnya. (NAT)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...