Basarnas Pekanbaru Saat Mengevakuasi Korban

Pengantin Baru Tewas Terseret Banjir, Seribuan Rumah di Pekanbaru Terendam

Selasa,18 Juni 2019 - 17:46:13 WIB Di Baca : 2225 Kali

Riauaktual.com - Seorang warga Pekanbaru ditemukan meninggal dunia. Korban yang merupakan seorang wanita meninggal terseret arus banjir.

Kasubsi Ops SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas Pekanbaru, Jecky Chen mengatakan bahwa korban terseret arus parit besar di Jalan Lobak Kecamatan Tampan karena terjatuh. 

"Korban ditemukan tim gabungan sekitar pukul 8.05 WIB," kata Jecky Selasa (18/6/2019).

Loading...

Informasi dihimpun bahwa korban melintas di lokasi sekitar pukul 7.00 WIB dengan menggunakan sepeda motor. Saat melintas di lokasi, sepeda motor oleng dan korban terjatuh ke parit yang saat itu sedang banjir.

Korban pun langsung terseret arus. Pihak Basarnas, polisi dan warga melakukan pencaharian. Setelah dilakukan pencaharian selama satu jam, korban ditemukan namun sudah dalam keadaan meninggal dunia.

"Kita dapat informasi korban jatuh sekitar pukul 7.00 WIB. Jasad korban saat ini dievakuasi ke Puskesmas di Jalan Delima Tampan,"imbuhnya.
 
Tim Basarnas Kota Pekanbaru dan pihak kepolisian berhasil menemukan warga Pekanbaru yang terseret arus banjir di Jalan Lobak Kecamatan Tampan. Belakangan diketahui wanita yang meninggal dunia itu bernama Yeni (27) yang merupakan pengantin baru.

Hera (40) salah satu warga mengatakan bahwa sekitar pukul 7.00 WIB Yeni bersama suaminya Anto (30) melintas di jalan yang sedang banjir dengan menggunakan sepeda motor. Saat akan menyebarang parit itu sang istri meminta turun karena kondisi jalan banjir. Korbanpun berjalan diatas jembatan kecil parit besar itu. Diduga terpelesat, korban langsung tergelincir

"Saat berjalan itulah istrinya terjatuh dan masuk ke dalam parit besar," kata Hera.

Saat istri terjatuh, suami korban sempat berusaha menolong. Namun derasnya arus parit membuat genggaman Anto terlepas. Yenipun hilang ditelan arus. Antopun berteriak minta tolong. 

"Saat itu istrinya berencana mengantar suaminya ke Bandara Sultan Syarif Kasim (II) Pekanbaru. Mereka itu pengantin baru. Suaminya mau pergi ke luar kota," ucap Hera lagi.

Jasad korban ditemukan oleh tim gabungan sekitar pukul 8.00 WIB. Korban ditemukan di Jalan Swadaya atau sekitar 2 kilometer dari lokasi jatuh. Yeni dan Anto mereupakan warga Kualu Kecamatan Tampan Pekanbaru. 

Jenazah dibawa ke Puskesmas Jalan Delima, Tampan. Keterangan pihak keluarga, jenazah akan dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Rokan Hulu, Riau. 

Kepala Basarnas Kota Pekanbaru, Amirudin mengatakan bahwa dalam melakukan pencaharian, pihaknya berkerjasama dengan pihak kepolisian dan warga. 

"Setelah dilakukan pencaharian selama satu jam, korban berhasil ditemukan. Korban merupakan warga Dusun Sungai Bungo Desa Dayo Kecamatan Tandun, Rohul," imbuhnya.

Banjir melanda Kota Pekanbaru, Riau pada Selasa (18/6/2019). Banjir mengakibatkan seribuan rumah warga di Kota Bertuah-julukan Pekanbaru terendam.

Banjir hampir merata di berbagai wilayah seperti di Kecamatan Pekanbaru Kota, Kecamatan Tampan, Kecamatan Sukajadi, Sidomulyo, Rumbai dan kecamatan lainnya. Namun banjir parah terjadi di Kecamatan Tampan.

Banjir terjadi diakibatkan oleh tingginya curah hujan yang terjadi dari dini hari tadi hingga subuh. Selain rumah, banjir juga merendam sekolah, rumah ibadah dan fasilitas kesehatan.

Pantauan di lapangan banjir merendam ratusan rumah di Jalan Cipta Karya Ujung Kelurahan Sialang Munggu Kecamatan Tampan. Banjir di Perumahan Taman Cipta City ini sekitar 30 centimter.

Banjir juga menggenangi Perumahan Satitri Asri Jalan Datuk Tunggu, Kecamatan Tampan. Ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian sekitar 40 centimeter. Daerah ini merupakan langganan banjir.

"Hingga saat ini banjir tidak surut. Jika kondisi seperti ini warga siap mengungsi," kata Imran salah satu warga Perumahan Satitri.

Banjir juga merendam ratusan rumah di Annajim Jalan Datuk Tunggul. Banjir di berbagai tempat karena buruknya drainase.  

Selain itu banjir juga mengenangi jalan raya seperti Jalan Soekarno Hatta, HM Subrantas, Arifin Achmad, Jalan Jendral Sudirman. Air yang menggenangi menyebabkan kemacetan lalu lintas. 

Namun jalan paling parah terjadi di Jalan HM Subrantas hingga perempatan Jalan Soekarno Hatta. Kemacetan terjadi dari pagi hingga siang. Jalan nasional ini tertutup banjir setinggi trotoar.

"Wali Kota Pekanbaru harus bertanggung jawab dengan kondisi ini. Sudah enam tahun dia memimpin tidak bisa menyelesaikan masalah banjir," ketus Santi salah satu warga Datuk Tunggul. (Nat)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...