Momen saat Gatot Nurmantyo mencium tangan SBY pada Ramadan 2018.

Cium Tangan SBY, Gatot Nurmantyo Disebut Calon Ketum Demokrat

Minggu,16 Juni 2019 - 17:04:35 WIB Di Baca : 28458 Kali

Riauaktual.com - Masih ingat momen saat mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mencium tangan SBY? Peristiwa itu dikait-kaitkan dengan pergantian ketua umum Partai Demokrat.

Momen cium tangan itu terjadi pada Ramadan 2018 dalam acara buka puasa di kediaman pengusaha, Chairil Tanjung. SBY dan Gatot sama-sama hadir.

Sejumlah politikus Partai Demokrat kala itu menyebut bahwa sikap Gatot tersebut merupakan penghormatan kepada seniornya. Selain sama-sama di militer, Gatot juga diangkat menjadi KSAD di era SBY jadi presiden.

Loading...

Nah, menyusul riak-riak yang terjadi di Partai Demokrat, muncul nama Gatot Nurmantyo dan Sandiaga Uno sebagai kandidat ketua umum. Keduanya menyeruak seiring desakan kongres luar biasa (KLB) dari beberapa petinggi Demokrat.

Tidak tanggung-tanggung, desakan itu datang dari senior Partai Demokrat seperti Max Sopacua dan Ahmad Mubarok. Mereka membentuk Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD). 

Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief menyebut Max dan kawan-kawan tengah membuat skenario untuk memberikan kursi ketua umum Partai Demokrat kepada Sandiaga Uno atau Gatot Nurmantyo.

"Kami sudah tahu kalau Mubarok, Max Sopacua akan mendatangkan kursi Ketum Demokrat kepada Sandi Uno, Gatot Nurmantyo, dan lain-lain. Menjadi makelar memang kerap menguntungkan. Tapi Sandi Uno atau Gatot Nurmantyo bukan orang yang bodoh yang bisa dibohongi," cuit Andi Arief di akun Twitternya.

Sebelumnya, desakan KLB antara lain disuarakan Ketua DPP Partai Demokrat, Subur Sembiring. Menurut dia, hal ini perlu dilakukan dalam rangka menyelamatkan partai yang saat ini dinilai tengah mengalami guncangan.

"KLB itu adalah suatu jalan keluar untuk menyatukan soliditas internal PD di tengah gonjang-ganjing yang beredar. Dan kita harus paham PD tidak akan besar tanpa kebersamaan," kata Subur, Minggu (16/6/2019).

"Jangan mau diporakporandakan, jangan mau diadu domba. Kita patuh kepada konstitusional partai, sehingga PD ke depan di KLB akan menjadi partai yang dihargai karena semua menjalani konstitusional PD," lanjut dia.

 

Sumber: rakyatku


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...