foto : internet

Pernah Balikkan Kekalahan Jadi Kemenangan, Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo Bakal Tersangka Lagi?

Minggu,26 Mei 2019 - 19:17:59 WIB Di Baca : 184 Kali

Riauaktual.com - Dikenal pernah membalikkan kekalahan di Mahkamah Konstitusi (MK), Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto kabarnya tengah diincar.

Mantan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu pernah menjadi kuasa hukum paslon di Pilkada Kotawaringin Barat 2010. Pasangan yang kalah sekitar 9 persen berhasil dimenangkan kala itu.

Dalam amar putusan MK, pasangan terpilih saat itu didiskualifikasi karena terbukti melakukan kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

Loading...

Fakta itu kabarnya membuat kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin cemas. Salah satu strategi untuk meredamnya yakni dengan mengungkap kembali kasus yang pernah menjerat Bambang.

Hal itu diungkapkan anggota tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Prof Denny Indrayana.

"Saya dapat info ada yang ingin menaikkan lagi kasus Mas BW. Ini kan mereka ada rencana untuk mengganggu," kata Denny kepada wartawan di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

Bambang pernah ditetapkan sebagai tersangka pada 2015 dalam kasus keterangan palsu di Mahkamah Konstitusi. Dia akhirnya mundur dari KPK saat itu. Namun, kasusnya tidak lanjut.

"Saya meminta agar tidak ada lagi pihak yang mengganggu kinerja tim," imbuh Denny Indrayana yang mantan wakil menteri hukum dan HAM di era Presiden SBY. 

Selain akan menghadapi pengacara dari KPU, tim hukum Prabowo-Sandi juga akan berhadapan Yusril Ihza Mahendra yang ditunjuk pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Strategi enggak ada yang khusus-khusus kok. Kita sudah sama-sama tahu Prof Yusril adalah ahli tata negara yang mumpuni, sangat kita hormati, yang sudah sangat berpengalaman," kata Denny.

Denny berharap, ia dan Yusril bisa sama-sama belajar dan menghadirkan argumentasi terbaik yang bisa dikenang selama persidangan sengketa hasil Pilpres 2019. 

"Ini adalah persidangan pemilu yang kita semua bisa saling menghormati dan saling belajar," katanya.

 

Sumber: rakyatku


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...