Ilustrasi Alquran (CNN)

Inilah Keistimewaan, Doa, dan Amalan saat Nuzulul Quran

Rabu,22 Mei 2019 - 07:13:28 WIB Di Baca : 317 Kali

Riauaktual.com - Doa Nuzulul Quran merupakan doa yang dapat diamalkan saat malam diturunkannya Alquran. Nuzulul Quran dikatakan sebagai peristiwa yang sangat penting karena ini adalah peristiwa yang berhubungan dengan turunnya Alquran.

Di Indonesia setiap tanggal 17 Ramadan, biasanya dilakukan doa Nuzulul Quran, ceramah atau pengajian khusus bertemakan Nuzulul Quran. Setiap tahun, peristiwa Nuzulul Quran banyak diperingati dengan berbagai cara. Misalnya kasidah, pentas seni, maupun acara syukuran dengan memanjatkan doa Nuzulul Quran.

Nuzulul Quran begitu penting di mata umat Islam melihat peran Alquran sebagai pedoman hidup. Maka dari itu tak heran jika pada malam Nuzulul Quran umat Islam berlomba mencari berkah dengan amalan-amalan baik.

Loading...

Nuzulul Quran adalah peristiwa yang memiliki banyak keistimewaan. Tak hanya bagi Rasulullah, Nuzulul Quran ini juga sangat istimewa untuk seluruh umat muslim di dunia. Doa Nuzulul Quran banyak dipanjatkan pada malam Nuzulul Quran.

Nah jika Anda ingin merasakan keistimewaan Nuzulul Quran, tak ada salahnya jika Anda mengamalkan dzikir dan doa Nuzulul Quran. Selain doa Nuzulul Quran amalan lain seperti membaca Alquran, bersalawat, dan lain sebagainya juga penting untuk dilakukan. Berikut doa Nuzulul Quran dan makna Nuzulul Quran yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (21/5/2019).

Saat wahyu berupa Alquran diturunkan Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira, ketika tiba-tiba Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu tersebut. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah surat Al Alaq ayat 1-5.

Adapun mengenai waktu atau tanggal tepatnya kejadian tersebut, terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama, sebagian menyakini peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rabiul Awal pada tanggal 8 atau 18 (tanggal 18 berdasarkan riwayat Ibnu Umar), sebagian lainnya pada bulan Rajab pada tanggal 17 atau 27 menurut riwayat Abu Hurairah, dan lainnya adalah pada bulan Ramadan pada tanggal 17 (Al-Bara' bin Azib) ,21 (Syekh Al-Mubarakfuriy) dan 24 (Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo' )

Dikutip dari Nu Online, Dalam surat al-Baqarah ayat 185 jelas diterangkan bahwa alquran diturunkan pada bulan Ramadan. Mengenai hal ini hampir semua ulama bersepakat.

Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

Hanya saja para ulama berbeda pendapat mengenai tanggal turunnya Alquran di bulan Ramadan ini. Imam Ibnu Ishaq berpendapat bahwa tanggal turunnya Alquran adalah tanggal 17 Ramadan pada tahun 41 dari kelahiran Rasulullah saw. Hal ini berdasar pada surat al-anfal ayat 41:

jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa[615] yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Hari bertempurnya kedua golongan itu adalah antara kaum muslimin dengan musyrikin, yaitu hari perang Badar tanggal 17 Ramadan tahun 2 Hijriah. Mengenai hal ini Imam Thabari menjelaskan dengan sanad dari Hasan bin Ali:

Malam al-Furqan (malam diturunkannya alquran ) adalah bertepatan hari pertempuran dua golongan yaitu tanggal 17 Ramadhan.

Artinya tanggal 17 Ramadan merupakan momen penting dalam sejarah Islam, selain hari berlangsungnya perang Badar, juga merupakan waktu pertama kali diturunkannya Alquran kepada Rasulullah saw melalui malaikat Jibril.

Adapun surat pertama yang diturunkan adalah surat al-Alaq. Begitulah seterusnya Alqur’an diturunkan secara berangsur-angsur hingga yang terakkhir adalah ayat dari surat al-Maidah selama kurun waktu 22 Tahun 2 bulan 22 hari.

Ada banyak doa Nuzulul Quran yang dapat diamalkan. Mulai dari dzikir hingga melantunkan ayat Alquran. Berikut salah satu contoh doa Nuzulul Quran:

Allaahumma nawwir quluubanaa bi tilaawatil qur aan, wa zayyin akhlaa qonaa bijaahil qur aan, wa hassin a’maalanaa bi dzikril qur aan, wa najjinaa minan naari bi karoo matil qur aan, wa adkhilnal jannata bi syafaa’til qur aan.

"Ya Allah sinari hati kami sebab membaca Alquran, hiasi akhlak kami dengan kemuliaan Alquran, baguskanlah amalan kami karena berdzikir lewat Alquran , selamatkanlah kami dari api neraka karena kemuliaan Alquran, masukkanlah kami ke dalam surga dengan syafa’at Alquran."

Keistimewaan Nuzulul Quran yang pertama adalah, peristiwa ini telah menguatkan hati Rasulullah dan para sahabat untuk terus berjuang dalam berdakwah dan menyiarkan agama Islam kepada semua orang. Meskipun saat itu Rasul dan para sahabat banyak mendapatkan cemoohan, ejekan, hinaan serta siksaan dari pembenci Islam.

Keistimewaan selanjutnya adalah, Nuzulul Quran merupakan sebuah tantangan serta pertolongan dari Allah untuk umat muslim terus berjuang di jalan Allah dan mengharap ridho Allah. Nuzulul Quran juga memiliki keistimewaan dimana ia merupakan peristiwa turunnya wahyu Allah yang berupa Alquran sebagai pedoman hidup dan jawaban atas segala pertanyaan manusia mengenai berbagai hal mulai dari fiqih, hukum hingga hal lain yang sangat penting.

Karena keistimewaan dari Nuzulul Quran ini, sangat disarankan untuk umat muslim untuk memperingati peristiwa penting ini dengan melakukan berbagai amal kebaikan.

Diriwayatkan dalam Hadis Bukhari,

"Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah pada setiap malam Ramadhan, dan selanjutnya ia membaca Alquran bersamanya."

Selain tadarus Alquran, Rasulullah juga membaca Alquran di dalam salatnya. Diriwayatkan dalam Hadis Bukhari,

"Pada suatu malam di bulan Ramadhan, aku salat bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam bilik yang terbuat dari pelepah kurma. Beliau memulai salatnya dengan membaca takbir.

Selanjutnya Rasulullah membaca surat Al-Baqarah, saya pun mengira bahwa beliau akan berhenti pada ayat ke-100, ternyata beliau terus membaca. Saya pun kembali mengira beliau akan berhenti pada ayat ke-200, ternyata beliau terus membaca hingga akhir Al-Baqarah, dan terus menyambungnya dengan surat Ali Imran hingga akhir.

Kemudian beliau menyambungnya lagi dengan surat An Nisa' hingga akhir surat. Setiap kali beliau melewati ayat yang mengandung hal-hal yang menakutkan, beliau berhenti sejenak untuk berdoa memohon perlindungan. Sejak usai dari shalat Isya' pada awal malam hingga akhir malam, di saat Bilal memberi tahu beliau bahwa waktu shalat subuh telah tiba beliau hanya shalat empat rakaat."


sumber: liputan6.com


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...