ils/ int

Ibarat Malam Seribu Bulan, Ini Dia Tips Mengejar Lailatul Qadar

Senin,20 Mei 2019 - 14:03:11 WIB Di Baca : 1159 Kali

Riauaktual.com - Seluruh malam di Bulan Ramadhan sangatlah istimewa. Namun ada yang paling istimewa di antara malam-malam yang istimewa, yakni malam Lailatul Qadar. Untuk mendapatkan malam seribu bulan tersebut, seorang muslim perlu ‘mengikat kencang sabuk’ dan menghabiskan waktu sebanyak mungkin untuk beramal saleh.

Al Qur’an telah mengabarkan tentang keutamaan agung Lailatul Qadar. Rabb Ta’ala berfirman, “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 3-5).

Masya Allah, inilah satu malam di mana bumi penuh para tentara Allah, serta diliputi kesejahteraan hingga pagi. Terlebih lagi, satu ibadah di malam Lailatul Qadr, bernilai sama dengan 1000 ibadah. Pantaslah malam ini dinantikan dan dirindukan setiap muslim.

Loading...

Berikut tips mengejar dan mendapatkan Lailatul Qadar. Dengannya, keutamaan dan kemuliaan malam tersebut dapat diraih dengan pahala sempurna.

1. Shalat Isya dan Shubuh Berjama’ah

Untuk mendapatkan malam Lailatul Qadr, seseorang harus menghidupkan malam tersebut dengan ibadah. Namun ternyata agama ini sangatlah mudah dan tidak memberatkan. Jika tak mampu begadang semalaman, maka cukuplah shalat isya dan shubuh berjama’ah di masjid, khususnya bagi kaum pria.

Hal ini sebagaimana hadits dari Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

Shalat isya dan shubuh berjamaah memang sangat spesial. Ternyata dari dua shalat ini, seseorang dapat meraih pahala shalat semalam suntuk. Padahal ia hanya menghadiri jama’ah masjid di waktu isya dan shubuh, namun pahala yang didapatkan seakan shalat semalaman non stop. Masya Allah, betapa Allah Maha Pemurah memberi pahala dengan melimpah.

Pendapat ini pula milik Imam Malik dan Imam Asy Syafi’i sebagaimana dikutip dari laman rumaysho.com. Dalam Al Muwatha, Imam Malik berkata, “Siapa yang menghadiri shalat berjama’ah pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam Lailatul Qadar tersebut.”

Demikian pula pendapat Imam Asy Syafi’i dalam Lathaif Al-Ma’arif, ia berkata, “Barang siapa yang menghadiri shalat ‘Isya’ dan shalat Shubuh pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut.”

Maka di sepuluh hari terakhir Ramadhan, bagi para pria, bulatkan niat untuk selalu shalat isya dan shubuh berjamaah di masjid. Meski tak kuat beribadah semalaman, setidaknya meraih pahala shalat semalaman.

2. Mengerjakan amalan sunah semalaman

Selain mengerjakan shalat yang wajib, menghidupkan malam Lailatul Qadar dapat dilakukan dengan mengerjakan berbagai amalan sunah. Di antaranya shalat malam, membaca Al Qur’an, berdoa dan berdzikir. Jika tubuh mampu terjaga, begadang melakukan amal saleh tentu lebah istimewa.

Tak perlu setiap malam, melainkan cukup menghidupkan malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan. Amalan sepanjang malam itu pun dapat beragam jenisnya agar tak mengantuk dan tetap bersemangat. Rasulullah pula mengajarkan umatnya untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan shalat sunnah dan berdoa.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Barang siapa melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Al Bukhari)

Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah; Jika saja ada hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah Lailatul Qadar, apa do’a yang mesti kuucapkan?”

Rasulullah menjawab, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Selain dua amalan tersebut, melantunkan ayat suci juga menjadi amalan yang dapat menghidupkan malam Lailatul Qadar. Bahkan di beberapa masjid, digelar shalat tarawih dengan bacaan panjang untuk mengkhatamkan Al Qur’an di 10 hari terakhir.

Jika tak mampu konsisten dan menyemangati diri, maka bergabunglah di acara itikaf masjid terdekat. Dengannya, malam-malam terakhir Ramadhan dapat dihabiskan untuk fokus beribadah kepada-Nya. Selain itu, bertemu dengan banyak orang yang bersemangat pastilah akan menularkan semangat yang sama. Wallahu a’lam.

 

Sumber: muslimahdaily.com


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...