Foto bersama Tim PKM FH Unilak

Tim PKM FH Unilak

Siswa SMKN 7 Pekanbaru Diberi Pemahaman Tentang UU ITE

Rabu,15 Mei 2019 - 18:01:45 WIB Di Baca : 135 Kali

Riauaktual.com - Zaman milenial saat ini, berbelanja secara online sudah menjadi tren gaya hidup dan telah mengerus gaya jual beli konvensional. Namun, tidak sedikit pula masyarakat yang belum tahu atau paham aturan hukum serta apa saja hak masyarakat selaku konsumen. 

Maka dari itu, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning diketuai oleh Dr. Indra Afrita, SH., MH dengan anggota Wilda Arifalina, SH., MKn dan Fitria Kusumawardhani, SH., MH melaksanakan pengabdian ke SMKN 7 Pekanbaru, Kamis (9/5) kemarin, dengan judul “Peningkatan Pemahaman Siswa SMKN 7 Pekanbaru Mengenai Pembelian Secara Online Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik"

"Pengabdian masyarakat ini dilakukan agar siswa yang suka berbelanja secara online mengetahui aturan hukum serta perlindungan terhadap hak-hak nya selaku konsumen. Pelaku Usaha yang menawarkan produk melalui Sistem Elektronik wajib menyediakan informasi yang lengkap dan benar berkaitan dengan syarat kontrak, produsen, dan produk yang ditawarkan," papar DR Indra Afrita dihadapan puluhan siswa SMKN 7 Pekanbaru. 

Loading...

Masih menurut DR. Indra, pelaku Usaha juga wajib memberikan kejelasan informasi tentang penawaran kontrak atau iklan. Jika Barang yang dibeli tidak sesuai dengan yang Diperjanjikan Pelaku Usaha wajib memberikan batas waktu kepada konsumen untuk mengembalikan barang yang dikirim apabila tidak sesuai dengan perjanjian atau terdapat cacat tersembunyi sesuai dengan ketentuan didalam Pasal 49 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

"Ada sanksi yang diberlakukan kepada pelaku usaha yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)." terangnya.

Melalui pengabdian masyarakat ini diharapkan siswa dalam berbelanja secara online memperhatian aturan hukumnya agar memperoleh perlindungan hukum ketika mengalami kerugian akibat belanja secara online, dimana penyelesaian dapat dilakukan secara litigasi dan non litigasi. (rls)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...