Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Istimewa)

Ganti Rugi Jadi Kendala Progres Tol Pekanbaru-Dumai

Rabu,15 Mei 2019 - 17:48:33 WIB Di Baca : 326 Kali

Riauaktual.com - Pembangunan jalan tol terus digesa, namun masalah utama hinggga saat ini belum selesai. Proyek jalan Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 kilometer (km) tersandung masalah ganti rugi lahan. Terlebih lagi banyak lahan yang tumpang tindih.

"Persoalan di lapangan yang sering jadi kendala tentunya soal ganti rugi lahan. Ini biasanya selalu terjadi selisih harga yang diminta pemilik lahan dengan proyek," kata Pimpinan Proyek Jalan Tol, Seksi 3 dan 4 PT Hutama Karya Dinny Suryakecana kepada wartawan Rabu (15/5/2019).

Persoalan ganti rugi lahan tersebut, katanya, juga tidak terlalu rumit. Karena nantinya bila tidak ada kecocokan harga maka penitipan nilai ganti rugi akan dilakukan di pengadilan.

Loading...

"Kalau soal ketidakcocokan harga ganti rugi ya biasalah, selalu aja seperti itu dan solusinya setelah berbagai proses sudah dilakukan tetap tidak ketemu jalan keluarnya, maka dana ganti ruginya kami titip di pengadilan," kata Dinny.

Persoalan yang lebih pelik lagi, kata Dinny, proyek jalan Tol Pekanbaru-Dumai seksi 3 dan 4 ada tumpang tindih lahan. Ada juga masyarakat yang mengklaim lahan yang dikuasai miliknya. 

"Di sisi lain, lahan tersebut merupakan kawasan milik PT Chevron. Ini kendala tersendiri lagi. Status tanahnya tumpang tindih, ini salah satu faktor hambatan proses percepatan jalan tol," kata Dinny.

Sesuai target, kata Dinny, pihaknya akan menyelesaikan jalan tol seksi 3 dan 4 hingga 2019. Namun melihat kondisi pelik di lapangan bisa jadi rencana itu molor.

"Kalau sesuai target kita tentunya selesai di tahun 2019. Kalau untuk membangun fisik jalan tolnya tidak ada masalah. Kendalanya selalu proses pelepasan hak tanah," tutup Dinny.

Dia menjelaskan proyek Tol Pekanbaru-Dumai akan melintasi habitat gajah. Pihak proyek pun menyiapkan lima jalur untuk memfasilitasi gajah-gajah liar yang akan melintasi kawasan tersebut.

"Benar jalan tol Pekanbaru-Dumai akan melintasi jalur gajah. Namun kita sudah mempersiapkan alternatif dengan membuat underpass untuk gajah liar," ulasnya.

Dinny mengungkapkan, underpass untuk jalur gajah liar itu berada di jalur Kabupaten Bengkalis. Underpass itu disiapkan agar jalur jelajah gajah tidak terputus akibat adanya pembangunan jalan tol sepanjang 131 kilometer itu. 

"Ada 5 lintasan gajah yang nanti kita buatkan. Lintasan gajah ini tetap kita buat secara alami. Jadi nanti 5 lintasan tersebut yang akan menjadi lintasan gajah di kawasan tersebut sehingga jalan tol tidak memutus kawasan jelajah gajah," kata Dinny.

Untuk ketinggian underpass lintasan gajah, kata Dinny, pihaknya akan membuat dengan ketinggian 5,1 meter. Tinggi underpass tersebut dianggap sudah memenuhi standar internasional.

"Kalau lebarnya bervariasi, ada yang lebarnya 20 meter sampai 40 meter. Ketinggian lintasan 5,1 meter tersebut sudah kita perkirakan cukup tinggi untuk dilintasi gajah," kata Dinny.

Selain itu, PT Hutama Karya selama ini telah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk merancang jalur gajah di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. Hal itu dilakukan pihaknya mengingat BBKSDA Riau yang memahami persoalan tersebut.

"Kita tetap berkoordinasi dengan BBKSDA Riau terkait rencana jalur gajah di jalan tol tersebut," tandasnya. (Nat)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...