8 Wanita, Satu Pria Digelandang Satpol PP 

Sabtu,04 Mei 2019 - 10:26:25 WIB Di Baca : 157 Kali

Riauaktual.com - Satpol PP Pekanbaru, diback up PP Provinsi melakukan razia, Jum'at hingga Sabtu dinihari. Delapan perempuan, satu pria digelandang ke Kantor, Sabtu (4/5/2019) dini hari. 

Jalannya razia, petugas mengamankan tiga wanita berpakaian seksi bersama seorang pria tanpa identitas dari Planet Karaoke, Jalan SM Amin, Kecamatan Tampan. 

Empat wanita lainnya diamankan dari Happy Kafe Musik jalan Tuanku Tambusai, Kecamatan Payung Sekaki. 

Loading...

Kedatangan petugas di Happy Kafe ini, sempat dihadang pemilik kafe, dan adu mulut. Namun, petugas bertindak tegas meminta diselesaikan di kantor. 

Rata-rata wanita yang diamankan, berasal dari Jawa Barat. Usia mereka masih sangat muda, ada yang mengaku memasuki 19 tahun. 

''Saya usia mau masuk 19 bang,'' kata salah wanita yang kena razia. 

''Karena tidak punya KTP. Mereka akan kita data dan koordinasi dengan disdukcapil,'' kata Agus Pramono, usai razia didampingi, Kasat PP Provinsi Riau, Zainal. 

Sebelum mengangkut para pemandu karaoke ini, petugas lebih dahulu menyasar warung Internet di sepanjang Jalan Durian, mulai dari Simpang Jalan Pepaya hingga ke ujung barat ke jalan SM Amin. 

Setiap warnet yang dirazia, diberi peringatan agar tidak buka melewati batas, jam 22.00 WIB. 

Agus Pramono langsung menyampaikan himbauan itu, kepada pengelola dan pemilik warnet, agar taat aturan selama bulan Ramadhan ini. 

''Jika tetap buka, kita tindak tegas ya pak,'' tegas Agus. 

Agus juga sempat meminta dengan tegas, kepada pengelola warnet Permata, Jalan Dharma Bakti. Agar meniadakan bilik-bilik komputer. 

''Ini harus dibongkar ya pak. Tidak boleh seperti ini, nanti kita cek kembali, dan harus dibongkar,'' pinta Agus tegas. 

Jalannya razia warnet ini, hanya mendapati lebih kurang lima warnet. Kebanyakan warnet didapatkan telah tutup, diduga informasi razia sudah bocor. 

Agus menegaskan tidak masalah warnet difungsikan sebagai ajang mencari ilmu dan bukan mengakses hal-hal negatif. 

''Biasanya warnet yang menyediakan fasilitas game itu rawan, terjadi kejahatan serta perilaku yang salah,'' kata Agus. 

Selain itu, saat ini, kebanyakan warnet juga menerima anak-anak bermain, tanpa mengenal waktu. 

Razia seperti ini, kata, Agus akan terus digiatkan selama bulan ramadhan tahun 1440 Hijriah 2019 ini. Setelah personil yang terlibat Pemilu kembali aktif, razia akan semakin diintensifkan. 

''Kita akan razia selama ramadhan,'' janji Agus. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...