foto : internet

Polda Riau Periksa 14 Personil Polsek Bangko, Kenapa? 

Senin,29 April 2019 - 18:03:24 WIB Di Baca : 776 Kali

Riauaktual.com - Seorang pelaku jambret yang diduga tewas ditangan oknum Polisi, kasusnya berbuntut panjang. 

Sempat senyap, tanpa pemberitaan, kini, informasinya sebanyak 14 personil diperiksa oleh Propam Polda Riau. 

Masalah ini muncul sekitar sebulan yang lalu, saat Nur Akmal alias Soket meninggalkan keluarga untuk selamanya. Diduga saat beraksi Warga Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir ini, juga menewaskan korbannya, Nur Ain.

Loading...

Pemeriksaan ke 14 personil Polisi yang bertugas di Polsek Bangko jajaran Polres Rohil ini, dikarenakan oknum Polsek Bangko diduga main hakim sendiri ketika Soket berada di sel pada 27 Maret 2019 lalu.

Pihak yang diduga bertanggung jawab yakni satu petugas sudah diperiksa. Termasuk salah satunya bersama 13 personil Polsek Bangko yang diperiksa, dimintai keterangannya untuk melengkapi berkasnya. 

''Salah satu anggota yang diduga menganiaya, ini sedang diproses. Nama yang diperiksa tidak disebutkan, tapi ini ada Kompol J,'' kata Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto, Senin (29/4/2019).

Soket pelaku jambret yang ditangkap, kata Sunarto diproses setelah adanya laporan jambret yang menimpa Nur Ain. Kala itu, korban dibonceng temannya lalu dihampiri jambret hingga terhempas ke aspal.

Akibat aksi kejahatan pelaku, perempuan yang bekerja sebagai pegawai negeri itu tewas seketika. Polsek Bangko mengusut kasus ini hingga mengarah ke beberapa nama, dan ditangkaplah Nur Akmal alias Soket ini.

Saat pemeriksaan, tersangka Soket membantah terlibat jambret. Selanjutnya turut ditangkap dua pria lainnya, yakni Robi dan Anjaz. Oleh petugas, ketiganya diperiksa intensif penyidik hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Persisnya pada malam tanggal 27 Maret 2019 lalu. Diduga Soket bersama dua rekannya dianiaya oleh petugas jaga. Setelah itu, Soket tak sadarkan diri dalam bui dan dilaporkan petugas jaga kepada Kapolsek.

''Petugas membawa terduga jambret ke Rumah Sakit Pratomo di Bagansiapiapi 28 Maret pagi, laporan anggota menyebutnya sakit,'' jelas Sunarto.

Karena tidak tertangani oleh tim medis, kemudian Soket dirujuk ke rumah sakit di Duri, Kabupaten Bengkalis. Dalam perjalanan, Soket sudah tak sadarkan diri alias koma sehingga dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru.

''Soket meninggal dalam perjalanan ke Pekanbaru,'' kata mantan Kabid Humas Sulawesi Tenggara ini.

Atas kejadian ini, Sunarto menyatakan Polda Riau bakal menindak tegas anggotanya yang salah dalam menjalankan tugas. Hanya saja tidak disebutkan sanksinya, apakah pencopotan dari jabatan atau dipecat dari kepolisian.

''Prinsipnya sesuai aturan, kalau melakukan tindakan melanggar kode etik, ya diproses kode etik. Kalau pidana, ya pidana,'' tegas Sunarto. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...