ils/ int

Waduh! Harga Daging Ayam dan Telur Makin Mahal Jelang Ramadan

Senin,29 April 2019 - 08:43:26 WIB Di Baca : 157 Kali

Riauaktual.com - Menjelang Ramadan harga sejumlah komoditas pangan akan cenderung naik. Hal ini terbukti dari harga daging ayam dan telur yang terpantau merangkak naik di Pasar Pondok Gede, Bekasi.

Saat ini kisaran harga daging ayam yang berukuran besar dapat mencapai Rp 55.000 per ekor yang sebelumnya hanya berkisar Rp 50.000 per ekor. "Setiap hari (daging) ayamnya naik seribu per ekor mba, sudah dua minggu," ujar Tardi dikutip Liputan6.com, Senin (29/4).

Sedangkan, untuk ayam yang berukuran kecil, harganya dapat mencapai Rp 28.000 per ekor yang mulanya hanya Rp 25.000, dan untuk yang berukuran sedang naik Rp 2.000 per ekor menjadi Rp 32.000.

Loading...

Sedangkan untuk harga ayam hidup yang berukuran kecil yang mulanya hanya Rp 20.000 per ekor menjadi Rp 25.0000 per ekornya. Sementara, yang berukuran besar saat ini Rp 23.000 per kilogram (kg).

Namun meskipun naik, Tardi mengaku penjualannya terbilang normal dan tidak menurun.

Hal yang sama pun diungkapkan oleh pedagang ayam lainnya salah satunya wanita bernama Mus. Dia mengaku saat ini meskipun ayam sedang mengalami kenaikan namun tidak membuat warungnya sepi.

Tidak jauh berbeda dengan Tardi, harga daging ayam per ekor di warung miliknya mencapai Rp 55.000 per ekor yang sebelumnya hanya Rp 50.000 per ekor. Sedangkan yang berukuran sedang dapat mencapai Rp 40.000 per ekor yang sebelumnya hanya Rp 35.000 per ekor.

"Naiknya si sudah agak lama mba, tapi ya itu sedikit-sedikit naik setiap harinya," tutur Mus.

Tidak hanya harga daging ayam saja yang terpantau naik. Saat ini, harga telur ayam pun terpantau mulai naik meskipun tidak sebesar seperti harga ayam. "Naik Rp 1.000 mba per Kg, tapi masih standard sih naiknya," ujar salah satu pedagang telur, Ipin.

Jelang Ramadan, harga telur di warungnya yaitu Rp 24.000 per Kg, yang sebelumnya Rp 23.000 per Kg. Sama seperti daging ayam, meskipun harganya naik namun pembeli telur cenderung lebih banyak dibandingkan saat harganya normal. "Biasanya orang-orang dari kampung banyak yang beli mba soalnya kan di sana stoknya tidak ada," tambahnya.

Sumber: Liputan6


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...