ils/ int

Pungut Seragam Sekolah, Mantan Kepsek Divonis 4 Tahun

Selasa,02 April 2019 - 20:33:50 WIB Di Baca : 346 Kali

Riauaktual.com - Mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMP 5 Mandau, Kabupaten Bengkalis bernama Rosmawati, divonis 4 tahun penjara. 

Terdakwa ini divonis setelah terbukti melakukan pungutan liar (Pungli),  seragam sekolah terhadap pelajar di SMP 5 Mandau. 

Sidang yang diketuai Dahlia Panjaitan ini, menjerat menjerat Rosmawati dengan Pasal 12 huruf jo Pasal 12 b Undang-undang (UU) RI Nomor  20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

Loading...

''Menimbang, memutuskan. Menyatakan terdakwa Rosmawati bersalah melakukan pungutan liar seragam. Menjatuhkan hukuman penjara selama 4 tahun, dipotong tahanan sementara yang sudah dijalankan,'' ujar Dahlia, Selasa (2/4/2019) sore.

Tidak hanya kurungan penjara, majelis hakim juga menghukum Rosmawati membayar denda Rp200 juta. 

Jika, tidak dapat membayar denda itu. Maka, dendanya dapat diganti hukuman selama 3 bulan penjara.

Menurut Majelis hakim, dalam pertimbangannya menyebutkan, atas perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi. 

Namun, perihal yang meringankan, terdakwa adalah karena yang bersangkutan belum pernah dihukum. 

Usai pembacaan keputusan, majelis hakim memberikan terdakwa kesempatan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. 

''Atas hukuman itu, silahkan terdakwa, apa menerima atau banding,'' terang Dahlia.

Atas putusan itu, kemudian setelah berkoordinasi dengan penasehat hukumnya, Rosmawati, menyatakan banding. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU), Doli Novaisal, menyatakan pikir-pikir. 

''Saya akan banding yang mulia,'' kata Rosmawati.

Sebelumnya, JPU menuntut Rosmawati dengan hukuman 5 tahun penjara. Dia juga didenda Rp200 juta subsider 3 bulan penjara.

Berdasarkan dakwaan JPU, Rosmawati ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli Polres Bengkalis, ‎Sabtu (28/7/2018) lalu. Polisi mengamankan barang bukti 5 (lima) faktur pembayaran pembelian seragam sekolah, serta uang tunai sebesar Rp2.300.000.

Tindakan Rosmawati ini berawal pada tahun ajaran baru sekolah. Sebanyak 280 siswa dikenakan biaya pembuatan baju seragam sebesar Rp1.400.000 per siswa. Sebenarnya biaya yang dibebankan hanya Rp700 ribu per siswa. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...