Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono. ( Foto: Beritasatu TV )

KNKT Benarkan Ada Pilot Ketiga di Penerbangan Lion Air JT-043

Kamis,21 Maret 2019 - 18:48:55 WIB Di Baca : 296 Kali

Riauaktual.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membenarkan adanya pilot ketiga di kokpit pesawat Lion Air PK-LQP rute Denpasar-Jakarta dengan nomor penerbangan JT-043 pada 28 Oktober 2018 atau sehari sebelum pesawat itu jatuh pada 29 Oktober 2018.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, terkait dengan perkembangan berita kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 registrasi PK-LQP yang dioperasikan Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 pada 29 Oktober 2018, terutama perihal adanya pilot lain yang ada di kokpit pada penerbangan JT-043 dan isi rekaman cockpit voice recorder (CVR), maka pihaknya memandang perlu menyampaikan keterangan.
 
“Pada penerbangan JT-043 dari Denpasar ke Jakarta yang mengalami gangguan setelah digantinya sensor angle of attack, KNKT menyampaikan bahwa benar ada pilot lain yang berada di kokpit penerbangan itu,” kata Soerjanto dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Dia menambahkan, pilot tersebut adalah pilot yang telah selesai menjalankan tugas terbang dan akan kembali ke Jakarta. Pilot ini memiliki kualifikasi sebagai pilot Boeing 737 Max 8.

Loading...

“Pilot yang bersangkutan sudah di-interview oleh KNKT. Sesuai Undang-Undang (UU) No 1 tahun 2009 pasal 359, pernyataan dari seseorang yang diperoleh selama proses investigasi tidak boleh dipublikasikan. Untuk itu KNKT tidak akan menyampaikan hasil wawancaranya,” imbuh Soerjanto.
 
Lebih jauh, Soerjanto mengatakan, di beberapa media telah beredar berita yang menyebut sebagai isi dari CVR penerbangan JT-610 dan penerbangan JT-043. KNKT menyampaikan bahwa hasil download CVR merekam sejak persiapan penerbangan JT-610 sampai dengan akhir penerbangan. Sedangkan, penerbangan JT-043 sudah terhapus (overwritten) sehingga sudah tidak ada di CVR.

“KNKT juga menyampaikan bahwa isi rekaman CVR tidak sama dengan apa yang beredar di media, sehingga menurut KNKT isi berita itu adalah opini seseorang atau beberapa orang yang kemudian dibuat seolah-olah seperti isi CVR,” tegas Soerjanto.

Menurut dia, sehubungan dengan perkembangan investigasi disampaikan bahwa KNKT telah melakukan kunjungan ke Boeing untuk melakukan rekonstruksi penerbangan JT-610 menggunakan engineering simulator dan diskusi terkait system pesawat B737-8 (MAX). KNKT juga telah berdiskusi dengan Boeing dan FAA terkait design system MCAS (manuvering characteristic augmentation system) dan approval yang diberikan oleh Federal Aviation Administration (FAA).

“Terkait seluruh hasil investigasi ini akan disampaikan oleh KNKT pada final report yang dijadwalkan akan dipublikasikan pada bulan Agustus atau September 2019,” tambah Soerjanto.

Terkait kecelakaan yang terjadi di Ethiopia pada 10 Maret 2019, terang dia, disebutkan di media bahwa ada kesamaan antara kecelakaan ET-302 dengan JT-610. Sehubungan dengan hal tersebut, KNKT telah mengajukan penawaran kerja sama investigasi dengan otoritas Ethiopia.Kerja sama ini ditujukan untuk keperluan bersama dan saling melengkapi data kecelakaan yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan keselamatan penerbangan.

“Sesuai dengan data yang dimiliki KNKT saat ini, maka kami tidak dapat memberikan komentar tentang ada atau tidaknya kemiripan antara kecelakaan ET-302 dengan JT-610. Jika nantinya ada perkembangan lain dan KNKT dapat diberikan data kecelakaan E-T302, maka tentu kami akan mengkaji dan menganalisa secara mendalam untuk melengkapi data di kecelakaan Lion JT610,” tandas dia.

 

Sumber: BeritaSatu.com


 


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...