Terkubur Selama 31 Tahun, Ketika Dibongkar Jasad Kyai Masih Utuh Lengkap Dengan Kain Kafan

Selasa,19 Maret 2019 - 14:39:32 WIB Di Baca : 17268 Kali

Riauaktual.com - Dunia maya kembali digegerkan dengan sebuah pemberitaan yang viral. Kali ini tentang unggahan seorang santri tentang  jasad yang tetap utuh meski sudah terkubur sangat lama.

Jasad itu diketahui sudah terkubur selama kurang lebih 31 tahun. Peristiwa viral tersebut bermula ketika salah satu santri menyaksikan secara langsung proses pemindahan jenazah seorang tokoh agama di sebuah pemakaman. 

Melihat hal tersebut, sebuah akun bernama Aviv Ngalamania lalu mengunggah kejadian mengejutkan tersebut pada Sabtu (16/3/2019) pukul 14.06 WIB melalui akun media sosialnya. 

“Subhanalloh nopo leres? Entuk ko sebelah (apa benar? Dapat postingan dari grup medsos sebelah),” ungkap Aviv dalam postingannya.

Loading...

Seorang Santri Ndalem yang merupakan orang pertama yang memposting kejadian luar biasa itu ke media sosial juga menuliskan sebuah caption tentang peristiwa itu. Dalam postingannya, santri itu menulis bahwa itu merupakan jasad dari tokoh ulama NU di Tambakan Gandusari. 

“Pemindahan makam Kyai Anwar S. Sesepuh. Tokoh ulama NU Tambakan Gandusari. Dari pemakaman umum dipindah ke pemakaman keluarga. Lokasinya di masjid Tambakan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar,” tulisnya. 

Dalam captionnya, santri tersebut juga menulis bahwa jasad itu sudah dikuburkan sejak tahun 1988 lalu. Dan ketika diangkat jasad itu masih dalam kondisi utuh. Ia pun lantas mengatakan bahwa mulai dari kepala sampai kaki terlihat masih utuh dan tak ada yang terlepas. Bahkan kain kafan yang digunakan untuk membungkus jasad tersebut juga masih utuh. 

“Subhanalloh…Meskipun wafat 1988, dibongkar Kamis (14/3/2019), kondisi jasad 90% masih utuh. Genap 31 tahun dikebumikan. Kuasa Illahi didepan mata warga. Nyata. Mulai jari kaki sampai kepala masih wujud gandeng , sedikitpun tidak lepas. Kain kafan utuh sedikitpun tidak sobek. Beliau dulu istiqomah sebagai Kyai di ormas NU ini alumnus ponpes Apis Gondang Kecamatan Gandusari," tulisnya. 

Lebih lanjut ia menuturkan untuk selalu mengumpulkan pahala dan menambah amal ibadah. Ia juga mendoakan supaya almarhum Khusnul Khotimah, demikian pula dengan semua orang. 

“Mari istiqomahkan tahlilan, kirim pahala sedekah hidayah Fatihah agar kita senantiasa terbiasa bantu membantu menabung pahala amal ibadah. Semoga jenazah beliau dan juga kita semua ditaqdirkan Husnul Khotimah Aamiin,” tutur Santri Ndalem.

Bukan hanya itu, ternyata postingan tersebut juga dibenarkan oleh pemilik akun bernama Anang Boneng. Pemilik akun itu bahkan menambahkan video berdurasi 14 detik.

Seperti yang diberitakan, sosok yang viral itu merupakan jasad dari Kiai Anwar Sudibyo. Kiai Anwar memiliki nama lengkap Mochd. Anwar Sudibyo. Kiai Anwar juga sempat menjabat sebagai Rais Syuriah PCNU Cabang Blitar pada 1982-1987. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai pendiri pondok pesantren Tambakan di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, hal itu disampaikan langsung oleh putra Kiai Anwar, Moch Munib. 

"Selain pernah sebagai Rais Syuriah PCNU, abah juga Ketua Tarekat Muttabar Amadiyah dan tokoh Tarekat Kodiriah wa Nasyabandiyah Blitar," ujarnya. 

Kiai Anwar meninggal pada tahun 1988. Beliau meninggal saat menjadi imam jemaah salat subuh di Masjid Baitul Rauf. Masjid itu merupakan bagian dari ponpes Tambakan yang didirikan oleh beliau. 

Selain itu, Kiai Anwar juga tercatat sebagai santri pertama di Ponpes Asrama Perguruan Islam Salawiyah (APIS) Gondang, Gandusari. Ponpes Apis Sanan Gondang didirikan KH Shodiq Damanhuri yang masa kecilnya bernama Muhammad Jamhuri. 

"Abah itu termasuk salah satu pendiri ponpes Apis Sanan Gondang bersama Kyai Jamhuri. Menurut cerita tahun 1923," ujarnya.

Lebih lanjut Munib mengatakan bahwa kemungkinan besar kenapa jasad sang ayah tetap utuh meski sudah 31 tahun terkubur karena dalam kesehariannya Kiai Anwar tak pernah lepas selalu dzikir. Selain itu, beliau juga pernah menjadi Ketua Tarekat Muttabar Amadiyah dan sesepuh Tarekat Kodiriyah wa Nasyabandiah.

"Ya mungkin karena abah itu tak pernah lepas zikir ya jadi jasadnya masih utuh seperti itu," ujar Munib. 

Munib juga menuturkan bahwa sang ayah tidak pernah melakukan ibadah khusus. Namun, yang tak bisa dilupakan Munib menyebut bahwa sang ayah memang selalu dzikir dan itu juga diajarkan kepada anak-anaknya. 

"Abah itu setahu saya gak pernah ibadah yang khusus begitu ya. Beliau hanya sering memimpin zikir di jemaah tarekatnya. Beliau dalam setiap aktivitas juga selalu berzikir. Itu juga yang diajarkan pada kami anak-anaknya," imbuhnya.

 

Sumber: planet.merdeka.com ( https://planet.merdeka.com/metro/31-tahun-terkubur-ketika-dibongkar-jasad-di-blitar-ini-masih-utuh-lengkap-dengan-kain-kafan/page9.html  )


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...