Diduga Jadi Gigolo, Empat WNA Afghanistan Terancam Dikeluarkan Dari Luar Kota Pekanbaru

Sabtu,16 Maret 2019 - 09:49:19 WIB Di Baca : 395 Kali

Riauaktual.com - Sebanyak empat orang Imigran asal Afganistan, dilakukan penindakan oleh kantor wilayah Kementrian Hukum dan HAM Riau Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru. 

Penindakan ini, dilakukan karena mereka (Imigran, red) terlibat dalam pelanggaran berat. 

Hal ini diungkap oleh Kepala Rudenim Junior M Sigalingging, Jumat (15/3/2019) sore kemarin. Untuk keempat WNA tersebut, kata dia, akan diberi sanksi berat jika dalam pembinaannya sudah tidak sesuai lagi. 

Loading...

''Sanksi terberat bagi mereka dipindahkan dari luar kerja kota Pekanbaru atau ditempatkan khusus di Rudenim Pekanbaru, dari tempat yang sebelumnya,'' ujarnya usai ekspos dikantor Rudenim sore tadi. 

Pemberian sangsi ini, sebut Junior,  setelah pihaknya menerima laporan warga atas perbuatan WNA yang tidak mengenakkan. 

Menurut informasi yang telah diterima, empat orang Imigran tersebut sudah melakukan hubungan suami istri dengan wanita Indonesia dan kabur tanpa adanya pemberitahuan. 

''Dari empat yang diproses, tiga diantara mereka (WNA) ini melakukan hubungan asusila dengan wanita disini. Sementara satunya lagi gak pulang tanpa adanya laporan ke kita,'' sebutnya. 

Sementara itu, keempat WNA ini diketahui dalam kegiatan sehari-hari sudah bisa berbahasa Indonesia dengan pasif. Sehingga mereka mampu berkomunikasi dengan wanita kenalan diluar dan di media sosial. 

''Dari pantauan kita setelah mendapat laporan, mereka banyak menghabiskan waktu diluar,'' ungkap Junior.  

Beberapa kali, sebut Junior, para Imigran ini sering terlihat berada di tempat keramaian (Mall) dan tempat fitnes atau pasar lainnya. 

''Dari sana juga hubungan erat terjalin sampai berhubungan. Perbutan itu, mereka telah diakuinya juga, melalui chatingan media sosial akan kita diselidiki kembali,'' tandanya. 

Junior menjelaskan, identitas empat WNA yang telah melakukan pelanggaran berat ini, diantaranya Esmatullah Ghulami (21), Ahmad Shah Rezaie (22), Qurban Ali Ibrahim (26) dan Mustafa Ahmadi (25). 

Mereka ini sebelumnya ditempatkan di Siak Resort Rumbai, Wisma D'Cops dan Wisma Tasqya. Kini sudah ditempatkan di Rudenim Pekanbaru untuk menjalani proses pembinaan dan pengawasan khusus. 

Selain itu, pelanggaran berat yang dilakukan terhadap mereka ini adalah pergi beberapa hari tanpa memberitahukan keberadaannya dengan pihak Imigrasi. Sisanya melakukan perbuatan hubungan asusila dengan wanita asal Indonesia. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...