Ilustrasi (net)

PNS Dimutasi ke Pelosok Desa, Abdi Negara Harusnya Siap Ditempatkan di Mana Saja

Rabu, 05 Agustus 2020 - 09:54:44 WIB Di Baca : 1091 Kali


Riauaktual.com - Pegawai negeri sipil (PNS) tenaga administrasi di pusat dan daerah harap-harap cemas. Pasalnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) berencana memutasi mereka ke desa-desa seluruh Indonesia.

PNS yang dimutasi akan menjadi tenaga pengajar, tenaga kesehatan hingga penyuluh. Jumlah PNS tenaga administrasi yang akan dimutasi sebanyak 1,6 juta orang. Dari jumlah tersebut, 700 orang sedang dipersiapkan untuk menjadi tenaga pengajar. Mereka berasal dari Kemenpan-RB, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Dalam Negeri. 

“Saat ini tenaga kesehatan di pedesaan jumlahnya terbatas. Masih kurang 260 ribu tenaga kesehatan, baik itu dokter, perawat maupun bidan. Termasuk kurang 80 ribu tenaga penyuluh di seluruh pedesaan, baik itu tenaga pertanian, pengairan dan lain-lain,” beber Menpan-RB Tjahjo Kumolo, sebagaimana dikutip dari Rmco.id. 

Rencana itu disikapi netizen. Johan Putra mengatakan, tugas PNS adalah mengabdi. Karena itu, di manapun ditempatkan dan bertugas, tetap berbanggalah. Para PNS itu menjadi saksi majunya daerah penempatannya. “Udah pindahin ajaa. PNS membludak. Kebanyakan status PNS-nya dibanding jobnya,” timpal Dandy Yudha. “PNS harus bersedia ditempatkan di daerah mana pun,” saut Eagle 7602. 

Evander menyambar. Dia bilang, PNS dipindah ke mana saja tidak boleh nolak. Gaji PNS dibayar oleh rakyat. “Kerja santai, datang siang, pulang siang gak jadi masalah,” kata dia. Djuhaeri mkm mendukung PNS masuk desa. Dia meminta para PNS dikembalikan ke daerahnya masing-masing. “Suruh jadi petani. Suruh kerja, jangan duduk dan meeting panjang aja di kantor,” saran dia. 

Senada dilontarkan Komengx7. Kata dia, di kota-kota besar di Indonesia, banyak PNS yang aslinya berasal dari desa. Makanya, dia tidak masalah jika para PNS itu dikembalikan ke desanya masing-masing. “Suruh bangun desanya. Gitu aja kog repot,” ucapnya. 

Prasetio270990 juga setuju mutasi PNS ke desa. Dia berharap, dengan PNS masuk desa bisa secara optimal bermanfaat untuk masyarakat, terutama di pedesaan. Apalagi, mereka digaji dari uang rakyat. Karena itu harus juga memberi manfaat untuk masyarakat. “Kalau ngak mau, dipecat saja. Masih banyak masyarakat yang punya kompentensi dan dedikasi tinggi untuk jadi PNS yang siap ditempatkan di mana saja,” terangnya. 

Che.Athanasius mengaku terkejut. Kata dia, dari 4,2 juta PNS, 1,6 juta adalah tenaga administrasi. Artinya 8 orang administratur mengelola 13 staf teknis. Sementara staf teknis mau tidak mau harus mengerjakan beberapa pekerjaan administratif. “Kapan beresnya kerjaan teknis kalo gini caranya? Saya pikir dari 100 orang staf administrasi, 75 orang harus dibuang, rekrut 10-15 orang tenaga baru yang punya ide segar,” saran dia. 

Danardono menduga para PNS banyak yang panik karena akan dimutasi ke desa-desa. Bukan tidak mungkin saat ini banyak PNS itu yang kasak-kusuk supaya tidak dipindah ke desa-desa. “Jilatin terus biar gak dipindah,” kata dia. “Mutasi ke desa gak masalah buat PNS. Di manapun hidupnya terjamin,” kata Mas Kingkong. 





Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com