foto : internet

UAS Datang Kepersidangan, Eh, Jony Boyok Sakit 

Kamis,14 Maret 2019 - 19:37:32 WIB Di Baca : 2136 Kali

Riauaktual.com - Setelah beberapa kali berhalangan hadir, akhirnya Ustadz Abdul Somad (UAS) hadir di Pengadilan Negeri Pekanbaru, untuk menjadi saksi pada persidangan pencemaran namanya. Namun, giliran terdakwa Jony Boyok yang tidak dapat hadir, Rabu (13/3/2019) kemarin. 

Buntutnya, sidang lanjutan terpaksa di tunda kembali. Menunggu, terdakwa dapat hadir mengikuti persidangan. 

Alasan ketidakhadiran UAS pada sidang ketiga kalinya, diketahui, bahwa ustadz sejuta followers itu sedang berdakwah di luar negeri. 

Loading...

Syafril Dahlan sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Riau, mengatakan, bahwa kemarin UAS datang ke Pengadilan Negeri Pekanbaru sekitar pukul 13.30 WIB. 

''Semalam UAS sudah datang. Tapi giliran terdakwa yang tidak hadir,'' ungkap Syafril.

Sebelumnya, terdakwa Jony Boyok nekad memposting tulisan dengan kata-kata kasar dan penghinaan terhadap UAS  di akun Facebook-nya, Jony Boyok. 

Dalam perkara ini, dia tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara.

Ketidakhadiran Joni Boy di Pengadilan Negeri Pekanbaru membuat petugas kepolisian dan kejaksaan menjemput terdakwa ke rumahnya. Ternyata, terdakwa sedang menderita sakit.

''Polisi langsung menjemput ke rumahnya (Joni Boy). Dia sakit, sempat muntah-muntah di depan polisi. Sidang ditunda,'' ucap Syafril.

Atas ketidakhadiran terdakwa, Syahril belum bisa memastikan kapan agenda persidangan selanjutnya. Dia mengaku akan berkoordinasi dengan majelis hakim yang diketuai Astriwati terkait jadwal sidang. 

''Saya komunikasikan lagi dengan hakim,'' ucap Syafril.

Sidang penghinaan  terhadap UAS baru digelar satu kali pada 7 Februari 2019 lalu, dengan agenda pembacaan dakwaan. Setelah itu, secara berturut-turut sidang ditunda karena UAS sebagai saksi korban tidak bisa hadir di persidangan.

Diketahui, agenda UAS untuk memberikan ceramah sangat padat dan sudah tersusun sejak lama, tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri. Majelis hakim menyebutkan sebagai korban, UAS harus dimintai keterangan terlebih dahulu baru bisa saksi-saksi lainnya.

Diberitakan sebelumnya, Joni Boy memposting tulisan dengan kata-kata kasar terhadap UAS  di akun Facebook-nya, Jony Boyok, pada 2 September 2018 lalu. Tindakan itu dilakukannya pada pukul 12 00 WIB, di kediamannya di Jalan Kelapa Sawit Gang Dolok I Nomor 8 Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. 

Postingan itu berisikan , ''Assalam mualaikum.... oooohhh somad biadab..... keturunan dajjal kjhatnmuu diatas setan.... kl setan masih sayang sm anaknya kl kao Dajjal untuk dikorban kan demi kepentinganpribadi.... neko neko kao qu rebok mumut dajjal muu itu yaaa tomad muda... ttd JB''. Tujuannya, agar bisa dibaca banyak orang.

Selain tulisan, Joni Boy juga menyertakan tulisan di foto Ustaz Abdul Somad dengan menggunakan huruf kapital. ''AKHIRNYA KERUKUNAN ANTAR AGAMA berhasil saya HANCURKAN'', tulisnya.

Tulisan itu dilihat saksi Delfizar, Nurzen dan Muhammad Khalid ketika membuka facebook pada 4 September 2018. Postingan itu juga dilihat Ustaz Abdul Somad pada 5 September 2018, ketika berada di Sulawesi Selatan dalam rangka undangan tablik akbar.

Atas tulisan itu, UAS merasa tidak senang, nama baiknya dicemarkan dan membunuh karakter. Akhirnya, terdakwa dilaporkan ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau.

Terdakwa  diancam pidana dalam Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...