Bocah 11 Tahun yang Dianiaya Secara Keji di Pekanbaru Dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau 

Rabu,06 Maret 2019 - 19:39:49 WIB Di Baca : 1673 Kali

Riauaktual.com - Setelah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Riau, R tampak terduduk lesu di atas tempat tidur ruang perawatan khusus di RS Bhayangkara Polda Riau, Rabu (6/3/2019). 

Tubuhnya yang kurus hanya ditutupi dengan selimut, tangan kanan terpasang infus dan di tangan kirinya terlihat luka basah.

Mata bocah 11 tahun berjenis kelamin laki-laki ini, bengkak besar warna keunguan. Sekujur tubuh dipenuhi luka kering maupun basah. Ada luka bakar ataupun luka bekas pukulan benda tumpul. 

Loading...

Untuk berbaring kembali ke tempat tidur pun juga susah. Ia harus pelan-pelan karena tulang rusuk di bagian kanannya patah.

''Sama ayah dihajar pakai selang. Udah banyak dihajar. Sendoknya dipanasin (lalu ditempel ke tubuh). Gak ada salah, memang kayak gitu setiap hari. Makan tiap hari nasi sama garam aja,'' ungkap R dengan nada pelan saat dijumpai di RS Bhayangkara Polda Riau, Rabu siang.

Kapolsek mengungkapkan, awalnya R ditemukan pertama kali oleh Joko Sutopo, 35, dan Pardimin, 35, di dalam kandang ayam milik Sugito yang terletak di Jalan Sao Mati, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, Selasa (5/3/2019) sekitar pukul 17.00 WIB. 

''Saat itu, keduanya sedang bekerja menghaluskan dinding kandang ayam tersebut,'' ujar Hanafi.

Kondisi korban sangat miris saat itu. Ia ditemukan dalam kondisi tak berdaya. Kedua saksi langsung melaporkan hal itu ke Sugito lalu membawa korban ke RS Bhayangkara Polda Riau. 

Korban mengaku tak ingin kembali ke rumah tersebut apalagi berjumpa dengan pelaku. ''Saya ngak mau (pulang) lagi. Gak mau,'' sebutnya.

Sementara itu, Kasubbid Yanmed Biddokkes Polda Riau Kompol Supriyanto mengatakan, korban dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 21.00 WIB. 

''Ada korban penganiayaan yang datang. Karena menyangkut anak di bawah umur, kami melakukan pemeriksaan secara komprehensif. Konsul ke dokter spesialis,'' kata dia.

Saat datang, kondisi korban tak begitu baik. Untuk diajak berbicara susah. ''Dia sadar, tapi untuk diajak komunikasi tidak begitu kooperatif. Saat di cek di laboratorium, korban mengalami anemia berat. Di kepala ada luka tapi tidak sampai luka fatal,'' sebutnya.

Selain itu, korban mengalami gizi buruk, tulang rusuk patah, ada luka bakar di sekujur tubuh. 

''Korban sudah bisa ngobrol, minta makan sendiri bahkan diajak pulang gak mau. Keluarga belum ada yang datang,'' ujarnya.

Sementara itu, pelaku penganiayaan diduga adalah Jenfriwan Harefa alias Irwan. Dia diamankan Polsek Tenayan Raya saat berada di ruang tunggu RS Bhayangkara Polda Riau, Selasa malam.

Pelaku yang masih berusia 21 tahun itu, merupakan orang yang merawat korban beberapa waktu belakangan. Menurut pengakuannya, aksi keji itu sudah dilakukan berulang kali. Sejak Januari 2019. 

Korban tinggal dengan pelaku di mana rumah mereka dekat dengan kandang ayam. Pelaku menyiksa korban dengan tangan, kayu, selang dan sendok yang dipanaskan di kompor. (HA)
 


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...