Polda Riau Tak Kunjung Tetapkan Sari Antoni Sebagai Tersangka 

Senin,04 Maret 2019 - 22:04:36 WIB Di Baca : 369 Kali

Riauaktual.com - Kepastian hukum terhadap laporan Koperasi Sejahtera Bersama (KSB), atas dugaan penipuan dan penggelapan buah sawit di Kecamatan Pujud, Kabupaten Rohil yang dilakukan Sari Antoni tak kunjung ditetapkan sebagai tersangka. 

Terhadap perkembangannya, penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Riau masih kekurangan alat bukti untuk menjerat oknum Legislator Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). 

Sari Antoni yang merupakan ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Rohul itu, dilaporkan ke Polda Riau berdasarkan Laporan Polisi No STPL/520/X/2016/RIAU/SPKT tertanggal 10 Oktober 2016 silam. 

Loading...

Oleh pihak Koperasi, perbuatan Sari Antoni diduga telah merugikan masyarakat sebesar Rp289 miliar.

Pihak penyidik beberapa kali telah melakukan gelar perkara di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Selasa (26/2/2019) lalu. Gelar perkara dilakukan secara terbuka yang dihadiri penyidik Ditreskrimum Polda serta melibatkan pihak pelapor Koperasi Sejahtera Bersama (KSB) dan terlapor. 

''Untuk gelar perkaranya sudah dilakukan di Bareskrim, beberapa hari yang lalu,'' ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Senin (4/3/2019) kemarin. 

Dari hasil gelar perkara itu, sebut Sunarto, terlapor Sari Antoni belum ditetapkan sebagai tersangka dugaan penipuan dan penggelapan buah sawit di Kecamatan Pujud. Karena masih kekurangan alat bukti. 

''Sari Antoni belum ditetapkan tersangka. Masih dibutuhkan alat bukti,'' ungkap Sunarto. 

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan buah sawit ini terjadi sejak tahun 2009 lalu. kasus ini diawali dari kerja sama antara Koperasi Sejahtera Bersama (KSB) dengan Koperasi Karya Perdana (KKP) dalam mengelola buah sawit. Lahan tersebut seluas 7.000 Ha lebih, dan hanya bisa dikelola 1.000 hektare. 

Sariantoni ketika itu, adalah mitra KSB dalam pengelolaan kebun sawit milik koperasi seluas 1.102 hektare. Namun, Sariantoni hanya memberikan beberapa kali hasil kebun itu kepada koperasi, terhitung sejak Juni 2009 hingga 2018. Sehingga koperasi dinilai telah mengalami kerugian senilai Rp298 miliar.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, Sari Antoni melakukan kerjasama kembali dengan pihak lainnya, yakni PT Torganda. Saat panen, ternyata KKP diduga tidak menyetorkan uang seperti yang diberikan perusahaan sebagai bapak angkat. 

Sementara penjelasan PT Torganda, uang sudah diberikan seluruhnya. Artinya KKP tidak menyetorkan uang tersebut kepada KSB. Dalam proses penyelidikan kasus ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dari pihak pelapor yang jumlah sudah mencapai 16 orang. 

Penanganan kasus ini sendiri sebelumnya sudah pernah naik ke tahap penyidikan, namun belum ada tersangka. Bahkan dalam perjalannya, Polda Riau sempat menghentikan penyidikan dengan diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). 

Akan tetapi masyarakat yang tidak terima, mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Hasilnya, hakim memutuskan bahwa SP3 dicabut, dan Polda diminta untuk melanjutkan penyidikan tersebut.

Selain itu masyarakat Pujud, Rohil bersama Mahasiswa Pejuang Rakyat Riau (MPRR) pernah melakukan unjuk rasa beberapa waktu lalu. Mereka mendesak Polda Riau untuk mengusut dan menangkap Sariantoni alias Isar. Ketua Koperasi Karya Perdana itu diduga melakukan penipuan dan penggelapan buah sawit di Kecamatan Pujud, Rohil yang mencapai ratusan miiaran rupiah. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...