foto : internet

Tak Hadir Ketiga Kalinya, Sidang UAS Kembali Ditunda 

Jumat,01 Maret 2019 - 20:51:46 WIB Di Baca : 4832 Kali

Riauaktual.com - Untuk kali ketiga, sidang lanjutan pencemaran nama baik Ustaz Abdul Somad dengan tersangka Jony Boyok, kembali batal dilakukan. Pasalnya UAS berhalangan hadir pada sidang di Pengalihan Negeri Pekanbaru. 

Ketidakhadiran UAS ini, disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Astriwati yang menjadi pimpinan majelis hakim, Kamis (28/2/2019) kemarin. 

''Saya informasikan yang mulia, bahwa UAS belum bisa hadir,'' kata Syafril Dahlan selaku JPU dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. 

Loading...

Ditanya alasan ketidakhadiran ustadz kondang yang memiliki gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara dalam persidangan. Syafril menyampaikan, yang bersangkutan masih berada di luar negeri. 

''Sudah disampaikan kepada korban, tapi belum tersambung. Sehingga saksi belum bisa dihadirkan,'' terang Syafril. 

Karena UAS tidak dapat hadir, maka Astriwati memutuskan untuk menunda persidangan hingga pekan depan. Karena menurut hakim ketua, UAS merupakan saksi korban yang harus pertama kali dimintai keterangan pada persidangan. 

''Karena saksi tidak hadir. Maka, sidang ditunda, Kamis pekan depan,'' kata Astriwati kemudian menutup persidangan. 

Sebelumnya, pada dua kali persidangan sebelumnya dengan agenda pemeriksaan beberapa orang saksi yang mengetahui perbuatan Jony Boyok, UAS tidak hadir. Saat itu, Dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau tengah berada di Negera Malaysia.

Sebelumnya dalam surat dakwaan JPU, Jony Boyok melakukan perbuatan penghinaan dikediamannya di JalanKelapa Sawit Gang Dolok I Nomor 8 Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Ahad (2/9/2019) sekitar pukul 12.00 WIB.

Terdakwa Jony Boy memposting tulisan atau berita di akun media sosial Facebook, milik terdakwa yang ditujukan kepada Ustaz H Abdul Somad. Adapun postingan yang dibuat terdakwa bertuliskan dengan kata-kata ' Assalam mualaikum.... oooohhh somad biadab..... keturunan dajjal kjhatnmuu diatas setan.... kl setan masih sayang sm anaknya kl kao Dajjal untuk dikorban kan demi kepentinganpribadi.... neko neko kao qu rebok mumut dajjal muu itu yaaa tomad muda... ttd JB' 

Tulisan itu di-unggah Jony Boyok menggunakan 
handphone merk Iphone 7 warna hitam dengan kode kunci 190071, email URL https://www.facebook.com/jonny.boyok dan password BONIBOY dan NENEKU SAYANGKU. Dengan tujuan agar postinganya bisa dilihat orang banyak.

Atas postingan terdakwa, dilihat saksi Muhammad Khalid, Delfizar dan Nurzen ketika membuka facebook pada 4 September 2018. Tak hanya itu saja, penghinaan yang dilakukan Jony Boyok melalui Facebook juga dilihat korban Ustaz Abdul Somad pada 5 September 2018, saat berada di Sulawesi Selatan dalam rangka undangan tablik akbar.

Selain tulisan, Jony Boyok  juga menyertakan tulisan di foto Ustaz Abdul Somad dengan menggunakan huruf kapital, yakni AKHIRNYA KERUKUNAN ANTAR AGAMA berhasil saya HANCURKAN. Postingan itu, menganggap UAS sebagai orang yang tidak beradab, tidak memiliki adab atau kesopanan artinya menuduh dan menganggap UAS sebagai orang yang tidak memiliki kesopanan dan membawa pengaruh jelek," imbuhnya.

Terhadap penghinaan itu, UAS merasa tidak terima. Nama baiknya dicemarkan dan membunuh karakter ustadz kondang asal Riau itu. Sehingga akhirnya melaporkan yang bersangkutan  ke Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau untuk proses hukum lebih lanjut. 

Atas perbuatannya, Jony Boyok dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 Jo Pasal 45 ayat 3 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Teknologi Elektronik (ITE). Dengan ancaman hukumannya, pidana penjara paling lama empat tahun dan/atau denda paling banyak Rp750 juta. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...