Anggota komisi IX DPR RI Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay

Kalung Antivirus Corona dari Kementan Dicoba Anggota komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay, Hasiln

Selasa, 07 Juli 2020 - 08:48:59 WIB Di Baca : 826 Kali


Riauakutal.com - Anggota komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay meragukan keampuhan kalung antivirus corona dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Apalagi, kalung antivirus corona yang diklaim bisa membunuh virus Covid-19 belum melalui proses penilitian yang mendalam.

Menurutnya, penemuan Kementan itu harus melibatkan berbagai lembaga riset untuk mengetahui keampuhan kalung yang terbuat dari bahan eucalyptus itu.

“Para lembaga risetlah yang dapat mentukan ampuhnya atau tidak penemuan seperti Kementan itu,” kata Saleh, Senin (6/7/2020).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku sudah melihat kalung antivirus dari Kementan itu.

Bentunya ada dua, berupa roll on dan inheler.

“Kalau digosokkan ke leher atau ke kulit, rasanya sedikit panas, baunya seperti minyak kayuk putih,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dari pojoksatu.id.

Namun, lanjutnya, belum bisa memastikan apakah kalung ini akan diproduksi massal atau tidak.

Anak buah Zulkifli Hasan ini mengaku khawatir kalung antivirus itu malah jadi bahan olok-olok publik karena belum dipastikan keampuhannya.

“Sekali lagi, sebelum produksi massal, pastikan dan uji kembali. Libatkan sebanyak mungkin para ahli. Terutama mereka yang meragukan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Djufry sebagai kepala laboratorium yang mengembangkan produk tersebut tidak pernah mengklaim antivirus.

“Kalung ini sebagai aksesori kesehatan. Ini bukan jimat, tidak ada klaim antivirus di situ,” tuturnya saat konferensi pers di Kantor Balai Besar Penelitian Veteriner Kementan, Bogor, Senin (6/7/2020).

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, produk ini telah melalui uji laboratorium pertanian terhadap virus influenza, serta betacorona dan gammacorona.

Kementan juga telah mendaftarkan hak paten kalung antivirus corona dari eucalyptus tersebut.

Untuk produksinya, Kementan menggandeng PT Eagle Indo Pharma yang terkenal sebagai produsen minyak kayu putih Cap Lang.

“Kita sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan swasta dan mereka sepakat untuk memproduksi produk tersebut secara masal,” ujarnya.





Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com