Pencurian Benda Cagar Budaya Siak, Kadisbud Riau Diperiksa Sebagai Saksi

Jumat, 03 Juli 2020 - 18:49:32 WIB Di Baca : 1039 Kali


Riauaktual.com - Polsek Siak memintai keterangan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Raja Yoserizal sebagai saksi dalam kasus pencurian ubin cagar budaya di Kabupaten Siak, usai menetapkan satu tersangka bernama Jofrizal.
 
"Benar, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau kita mintai keterangannya kemarin. Yang bersangkutan (Yoserizal) sebagai saksi untuk tersangka Jofrizal,” ungkap Kapolsek Siak Kompol Marto Harahap Jumat (3/7). 
 
Menurut Harahap, Yoserizal dimintai keterangan selama satu jam pada Kamis (2/7). Yoserizal diperiksa sejak pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB, lantaran memberikan surat tanggapan ke Komunitas Siak Heritage pada 26 Juni 2020.
 
"Jadi ada surat tanggapan dari Kadisbud Riau, nah terkait surat itu kita intai keterangannya. Nanti kita kembangkan lagi,” sebutnya.
 
Sebelumnya, cagar budaya Controller bangunan peninggalan zaman Belanda dirusak dan dicuri oleh Jofrizal dari Komunitas Siak Heritage. Dia mengantongi surat tanggapan yang diberikan Kadisbud Riau untuk datang ke lokasi.
 
Awalnya, Jofrizal membongkar lantai ubin alias keramik di lantai bangunan kantor Belanda. Benda itu berusia 100 tahun. Kepada polisi, dia berdalih mau menyelamatkan benda cagar budaya. Namun akhirnya benda itu dicuri dan dirusak pada 8 Juni 2020.
 
Sebelum beraksi, Jofrizal membekali dirinya dengan surat tanggapan Kadisbud Riau Yoserizal yang diajukannya dari komunitasnya. Isi suratnya, Jofrizal beralasan mau melakukan penyelamatan cagar budaya, lalu diberikan tanggapan untuk berkoordinasi ke Pemda Siak.
 
Begitu sampai di lokasi, Jofrizal membongkar keramik bangunan bersejarah itu tanpa memberi tahu Pemkab Siak. Dia beralasan sudah mengantongi surat tanggapan dari Kadisbud Riau. Akhirnya dia ditangkap polisi.
 
Sementara satu pelaku lagi saat ini masih diburu pihak kepolisian Polsek Siak.
 
Sementara itu, Kadis Kebudayaan Pemprov Riau Yoserizal Zen saat dikonfirmasi surat tanggapan yang diberikan kepada pelaku menyebut, karena mereka (pelaku) mengaku dari Komunitas Siak Heritage.
 
"Awalnya mereka menemui saya, katanya menemukan cagar budaya di Siak. Lalu mereka meminta (surat tanggapan) untuk menyelamatkan cagar budaya tersebut," kata Yoserizal. (San)
 





Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com