Meresahkan, Satpol PP Pekanbaru Panggil Ketua OPSI Riau

Rabu,16 Januari 2019 - 17:11:39 WIB Di Baca : 982 Kali

Riauaktual.com - Banyaknya laporan dan kecaman dari masyarakat yang mengatakan bahwa Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) Riau disinyalir merupakan organisasi para kaum penganut LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Satpol PP Kota Pekanbaru, Agus Pramono mengatakan bahwa pihaknya hari ini, Rabu (16/1/2019) melakukan pemanggilan pihak Opsi untuk dimintai keterangan terkait keresahan dari masyarakat yang mengagap aktivitas organisasi ini sudah berbahaya dan mengancam ketertiban dan ketentraman masyarakat. 

"Kita sudah melakukan pemanggilan terhadap pengurus OPSI Riau ini untuk diminta keterangan terkait aktivitas di organisasi tersebut," ujar Agus, yang mengatakan bahwa pihaknya sudah 
mendatangi Sekretariat Opsi Riau di Jalan Uka, Kelurahan Air Putih, Tampan, Pekanbaru.

Loading...

Agus menambahkan, dari penjelasan pengurus OPSI diketahui jika organisasi yang mereka bentuk ini bergerak dibidang penyuluhan dan konsultasi kesehatan tentang penyakit HIV dan AIDS.

"Mereka memang mengakui jika yang datang kesana itu memang didominasi oleh waria. Namun, mereka (opsi red) ini hanya memberikan penyuluhan dan  konsultan serta serta solusi-solusi dirumah sakit mana harus berobat," ungkapnya.

Menurut Agus, meskipun sudah menerima penjelasan dari Opsi. Pihaknya akan terlebih dahulu melakukan kajian dan koordinasi dengan Kesbangpol, MUI dan beberapa tokoh-tokoh agama. 

"Guna menghindari adanya timbul gejolak dan gesekan dimasyarakat.  Saya himbau agar organisasi Opsi Riau ini dihentikan dan tidak usah beraktivitas. Karena hal ini berkaitan dengan kehidupan sosial di masyarakat," jelasnya. 

Ditempat yang sama, Ketua Opsi Riau Ruli Ramadhani mengaku jika aktivitas organisasi tersebut murni penyuluhan tentang HIV dan AIDS. Bukan seperti yang tuduhkan yakni organisasi LGBT. 

"Masyarakat sangat tabu terhadap penyakit HIV/AIDS. Makanya kami dilema untuk mensosialisasikan penyuluhan tersebut. Padahal organisasi ini sudah jalan selama dua tahun," ujarnya. 

Ruli mengatakan bahwa untuk kegiatan penyuluhan, biasanya dilakukan di tempat umum. Seperti di cafe dan sebagainya. Sedangkan di rumah yang dijadikan sekretariat hanya untuk pengurus saja.

"Sebenarnya kita sering melakukan kegiatan penyuluhan dilapangan dari pada di rumah. Meskipun kadang ada beberapa yang datang seperti Waria, perempuan pejaja seks yang ingin berkonsultasi tentang kekhawatiran terhadap penyakit HIV AIDS tersebut," terangnya. 

Untuk informasi kegiatan sendiri lanjut Ruli, pihak Opsi Riau tidak memungut biaya kepada orang yang berkonsultasi. Intinya ini murni kegiatan sosial. 

"Untuk jumlah anggota memang kita tidak tetap, karena ada yang keluar masuk. Saat ini sekitar 15-20 orang," tutup Ruli yang menyebutkan jika organisasinya ini sudah memiliki izin dari Kesbangpol Riau dan Pekanbaru. (saf)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...