Ilustrasi melahirkan. Foto: Instagram

Bagaimana Bisa Wanita Melahirkan Setelah Koma 10 Tahun di RS?

Jumat,11 Januari 2019 - 09:09:35 WIB Di Baca : 376 Kali

Riauaktual.com - Seorang wanita di Amerika Serikat sempat menghebohkan dunia karena bisa melahirkan usai koma selama 10 tahun. Kejadian medis langka ini menimbulkan banyak pertanyaan, termasuk: Bagaimana seorang wanita yang sedang dalam keadaan tak sadarkan diri bisa melahirkan?

Dr Deborah Feldman dari Hartford HealthCare Medical Group menyebut kejadian tersebut sangat langka. Namun ia pernah mendengar dua atau tiga kasus yang sama sejak dua dekade lalu. Ia pernah menangani seorang wanita yang 20 tahun lalu terserang stroke dan mengalami mati otak saat trimester kedua kehamilannya dan kemudian bisa melahirkan seorang bayi.

Seseorang yang berada dalam keadaan koma tidak sadarkan diri walau bisa bernapas dengan baik untuk waktu yang cukup lama. Apabila berlanjut maka disebut dengan "keadaan vegetatif persisten". Yakni pasien dengan otak yang mati, tidak sadar dan kehilangan kemampuan untuk bernapas dan membutuhkan bantuan mesin.
 

Menurutnya, kasus terbaru ini memberikan fakta bahwa pasien memiliki cukup banyak organ-organ yang berfungsi normal. Sehingga secara biologis, tubuhnya masih berfungsi dengan bagus untuk bisa mengandung bayi, apalagi wanita ini merupakan korban dari pelecehan seksual, kemungkinan banyak yang tak sadar ia sedang mengandung.. 

"Seringnya bayi-bayi yang lahir dengan keadaan seperti itu malah sehat dan kuat. Karena dirawat secara alamiah. Dalam kasus wanita ini, organ-organnya masih bias bekerja dan fertilitas juga ada," tutur Dr Feldman, dikutip dari CNN

Risikonya hanya pertumbuhan janin yang buruk dan penyakit diabetes atau hipertensi, karena pasien yang tidak bergerak tak membuang kalorinya namun juga tak mengonsumsi makanan, lanjutnya. Dugaannya, kemungkinan dia memiliki saluran makanan (misalnya seperti selang makanan lewat hidung atau perut) yang bisa membantu memberikan nutrisi. 

Soal melahirkan tentu saja tak mungkin saat tak sadarkan diri. Dr Feldman menyebut pilihannya bisa memberikan obat lewat infus untuk menguatkan kontraksi cukup kuat untuk mendorong bayi keluar dan dokter akan menggunakan alat sedot (vacuum) untuk membantu. Metode C-section memang mudah, namun risikonya lebih tinggi karena merupakan operasi bedah. 

Ia menyimpulkan, kemungkinan besar pelaku yang melecehkannya telah membuatnya hamil. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasusnya. Situs berita lokal Azfamily.com pertama kali melaporkan pasien wanita ini melahirkan pada 29 Desember akhir tahun lalu. Tidak disebutkan apakah pasien memiliki keluarga maupun pengasuh yang menjaganya dan tidak dijelaskan pula apakah staf rumah sakit menyadari kehamilan pasien hingga akhirnya melahirkan. 

Loading...

 

Sumber: detikcom


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...