ils/ int

Diambil Alih, Kejati Riau Akui Belum Terbitkan Sprindik Penyimpangan Pembangunan Embung di Tenayan Raya

Kamis,10 Januari 2019 - 21:47:39 WIB Di Baca : 349 Kali

Riauaktual.com - Meski penanganan perkara telah diambil alih dari Korps Adhiyaksa Pekanbaru. Namun, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau mengakui belum menerbitkan surat perintah penyelidikan (sprindik) dugaan penyimpangan pembangunan embung di Kecamatan Tenayan Raya. 

Saat kasus ini diusut Kejari Pekanbaru, diketahui beberapa pihak telah dipanggil untuk dimintai keterangan dalam pengumpulan bahan keterangan. 

Mereka yang sudah diperiksa adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Danau Situ dan pihak kontraktor serta Embung Kementerian Dirjen SDA BWSS III Riau, Dede Irwan. 

Loading...

Selain melakukan pemeriksaan beberapa orang, dalam hal lain, ternyata pihak kejaksaan juga melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna mengetahui fisik bangunan embung. 

Upaya pengecekan kemarin dilakukan bersama konsultan pengawas dan PPK proyek tersebut pasca menerima dokumen kegiatan. Tak hanya itu saja, sejumlah dokumen terkait proyek yang dikerjakan tahun 2016 dan 2017 silam telah dilakukan penyitaan. 

Namun, seiring berjalannya waktu, kasus dugaan penyimpangan pembangunan tersebut tidak hanya dilaporkan ke Kejari Pekanbaru. Kasusnya juga ternyata turut dilaporkan ke Kejati Riau, sehingga penanganan perkara rasuah tersebut diambil alih.

Menurut Subekhan selaku Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau,  mengatakan, terhadap kasus ini pihaknya sudah melakukan penelaahan pascaperkara itu ditangai Korps Adhiyaksa Riau. Dimana hasil yang didapat, diketahui perkara tersebut belum pernah dilakukan penyelidikan. 

''Dilakukan proses telaah, untuk mengetahui posisi perkara. Termasuk apakah perkara ini pernah dilakukan penyelidikan atau belum. Hasilnya, diketahui belum pernah dilakukan penyelidikan,'' ujar Subekhan, Kamis (10/1/2019). 

Setelah proses tersebut, Subekhan mengungkapkan, nantinya pihaknya akan menerbitkan Sprindik dalam waktu dekat untuk memberikan kepastian hukum dalam penanganan perkara yang disampaikan masyarakat. Ketika disinggung kapan bakal direalisasikan, dia menyebutkan, hanya persoalan waktu saja.

''Kita belum terbitkan Sprinlid-nya. Tapi sudah oke, jika hari ini ditulis dan ditandangani, sprinlid-nya pasti terbit. Hanya soal waktu saja,'' imbuhnya. 

Jika proses penyelidikan dilakukan. Maka kata Subekhan, penyelidik akan berupaya mencari peristiwa pidana pada dugaan penyimpangan pembangunan embung di Kecamatan Tenayan Raya itu. 

''Tentunya upaya penyelidikan dilakukan untuk tindak lanjut dari penyelesaian perkara,'' tutupnya. 

Diketahui, pembangunan proyek tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negera Tahun Anggaran (TA) 2016 dan 2017. Proyek itu, dipraksai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera III Provinsi Riau, dengan pagu anggarannya Rp8,138 miliar. 

Belakangan lelang proyek ini dimenangkan oleh PT Tarum Jaya Mandiri dengan harga penawaran Rp6,512 miliar.

Selanjutnya, pada tahun 2017 lalu pembangunan embung itu dilanjutakan. Kali ini proyek  oleh PT Fajar Berdasi Gemilang, dengan harga penawaran Rp11.975.060.000. Akan tetapi belim berusia satu tahun, embung itu diketahui telah mengalami kerusakan pada bagian tiang (sheet pile). Bendungan juga terlihat retak pada bagian bawahnya.

Selain itu, lantai bagian atas tampak turun. Tanah timbunan lebih rendah, atau turun dari permukaan. Paving blok pada permukaan bendungan, tidak tersusun rapi, dan berantakan. Permukaannya tidak rata. Lebih rendah dibanding dinding bendungan. Pengecoran juga terlihat asal-asalan.

Tidak hanya itu, kondisi embung juga belum terlihat kegunaannya. Pasalnya, jalur yang seharusnya dijadikan aliran air, masih tertimbun tanah. Rumput-rumput liar pun bertumbuhan dijalur yang seharusnya dijadikan aliran air. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...