Usai Heboh Pekerjanya Tewas, Direktur Pembangunan Fly Over Arengka Ditemukan tak Bernyawa Dikamar Hotel

Kamis,10 Januari 2019 - 17:14:04 WIB Di Baca : 7430 Kali

Riauaktual.com - Baru saja Kabar pekerjanya tewas terjatuh pada saat memplester dinding fly over Arengka Pekanbaru tersiar, kali ini kabar mengejutkan datang dari sang direktur PT Dewanto Cipta Pratama yang ditemukan tak bernyawa didalam kamar hotel Whiz Jalan Sudirman, Pekanbaru, Kamis (10/1/2019).

Kapolsek Pekanbaru Kota AKP Sunarti saat dikonfirmasi dilokasi hotel membenarkan perihal penemuan mayat pria tersebut.

"Informasi yang diperoleh, sesosok mayat pria ini berinisial DE, yang bekerja sebagai Direktur PT Dewanto Cipta Pratama yang mengerjakan proyek pembangunan fly over di simpang Pasar Pagi Arengka Pekanbaru. Saat ini mayat DE sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diselidiki penyebab kematiannya," ungkapnya.

Loading...

Kapolsek mengungkapkan, informasi ada mayat ditemukan didalam kamar Hotel. Didapat dari pengelola hotel, sekitar Jam 13.30 WIB. 

Sementara itu, dari keterangan pihak Hotel Witz Pekanbaru menyebut, seperti hari-hari biasanya, setiap tamu yang menginap melebihi batas jam Check Out akan dihubungi oleh petugas hotel, apakah diperpanjang atau tidak. Tapi tidak ada jawaban dari penghuni kamar.

''Petugas hotel langsung mengecek ke kamar yang terletak di lantai 11 tersebut, petugas menemukan korban yang sudah tidak bernyawa lagi,'' kata Sandra, selaku General Manager Hotel Whiz.

Menurut Sandra, sebagai bentuk prosedural hotel, pihaknya mengambil tindakan untuk mengecek ke kamar dan ditemukan korban sudah tak bernyawa.

Saat mengetahui korban sudah tak bernyawa, Sandra sebagai pimpinan hotel langsung menghubungi pihak kepolisian.

''Korban ini nginap baru satu hari, ia hanya sendiri di kamar,'' kata Sandra.

Sebelumnya diberitakan salah seorang pekerja pembangunan Fly Over Pasar Pagi Arengka, Simpang Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Subrantas, Pekanbaru, tewas terjatuh pada 
Kamis (20/12/2018) lalu.

Namun informasi ini baru diketahui awak media pada hari ini, Kamis (10/1/2019).

Dari keterangan Rasidin Siregar, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Provinsi Riau, korban tewas setelah terjatuh dari ketinggian saat memplester dinding fly over tersebut.  

''Benar, ada seorang pekerja yang mengerjakan fly over Pasar Pagi Arengka tewas jatuh,'' kata Rasidin Siregar. 

Rasidin mengungkapkan, sebelum peristiwa jatuhnya korban jiwa tersebut. Pihaknya dari Disnaker Provinsi Riau sudah mengingatkan, agar seluruh pekerja di Fly Over itu diberikan body harnes saat bekerja. 

''Sudah saya ingatkan kontraktor itu, tapi mereka membandel,'' kata Rasidin. 

Terakhir, kata Rasidin, setelah korban jatuh. Pihaknya juga mendapatkan permasalahan untuk santunan korban yang belum dibayarkan. 

''Kasus ini masih berproses, dan sedang kita tindaklanjuti,'' ungkap Rasidin. 

Dari informasi yang didapat pihaknya dari keluarga korban. Pihak PT Dewanto Cipta Pratama hanya memberikan santunan sebesar Rp10 juta dan dinilai tidak wajar. 

Pemberian santunan itu, sesuai ketentuan yang tertera dalam Undang-undang No 13 tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan. Bagi pekerja yang meninggal dunia, disebabkan kecelakaan kerja. Maka, keluarga korban berhak mendapatkan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. 

Menurut Rasidin, sesuai aturan yang berlaku, apabila ada pekerja yang meninggal dunia, maka BPJS Ketenagakerjaan wajib memberikan santunan berkisar 80 bulan gaji, dengan syarat pekerja harus didaftarkan perusahaan. 

''Tapi kalau pekerja tidak didaftarkan di BPJS, maka kewajiban perusahaan harus membayar santunan kepada korban,'' kata Rasidin. (HA)
 


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...