Mahasiswa Kukerta Relawan Covid-19 Unri Adakan Sosialisasi Pembuatan Handsanitizer   

Ahad, 31 Mei 2020 - 21:26:27 WIB Di Baca : 910 Kali

Riauaktual.com - Tim Kukerta Relawan Covid-19 Unri yang ada di Kecamatan Mandau mengadakan sosialisasi pembuatan handsanitizer berbahan dasar alami bersama ibu-ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) Kelurahan Duri-Barat. 

Tim kukerta Kecamatan Mandau ini beranggotakan 10 orang, yaitu Muhammad Iqbal, Rahmat Ade Zulfian, Syahru Luthfi, Budhi Kurniawan, Wildan Syahlan, Sonia Lisia, Nyayu Muharromah Arviyolla, Intan Shanderi, Lani Dwi Kurnia dan Pupe Piliani.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Lurah Duri-Barat yang berada di Jalan Tribrata. 

Adapun tujuan dilaksanakannya acara ini ialah sebagai bentuk edukasi mahasiswa terhadap pencegahan penularan Covid-19 kepada masyarakat.

"Tidak hanya itu, edukasi pembuatan handsanitizer ini juga dilaksanakan sebagai bentuk kreativitas kami sebagai mahasiswa. Mengingat cairan antibakterial ini terbatas di pasaran dan memiliki harga yang cukup tinggi," ujar Iqbal selaku ketua tim kukerta.

Sebelum sosialisasi dimulai, tim mengecek suhu tubuh ibu-ibu PKK yang hadir dan meminta ibu-ibu untuk mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan duduk berjauhan saat acara berlangsung. Hal ini dilakukan untuk antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19). 

Demonstrasi dilakukan dihadapan ibu-ibu PKK dan dilakukan langsung oleh 3 mahasiswa yang berasal dari Pendidikan Kimia. 

Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk membuat 1 botol handsanitizer ukuran 30 Ml adalah 2 lembar daun sirih, 2 tetes air perasan jeruk nipis, 2 tetes lidah buaya yang telah dihaluskan serta parfum laundry sebagai pewangi.

Tim menjelaskan bahwa alasan pembuatan handsanitizer menggunakan daun sirih karena sesuai dengan penuturan Dr. Retno Sari MSC, Apt bahwa air daun sirih sebanyak 15 persen ke atas sama efektifnya dengan etanol 70 persen untuk mengurangi jumlah bakteri dan virus. 

Terlebih dahulu, daun sirih ini dicuci dan dipotong - potong lalu dikukus dengan api sedang selama 30 menit. Sementara untuk pengolahan lidah buaya, 1 batang lidah buaya dibersihkan dan diambil dagingnya untuk diblender hingga halus dan disaring.

Fungsi lidah buaya adalah sebagai pelembut. Sedangkan untuk jeruk nipis berfungsi sebagai penghilang warna kecoklatan akibat perebusan daun sirih.   

Daun sirih mudah mengalami oksidasi sehingga diperlukan jeruk nipis untuk mengurangi warna kecoklatannya. Dan untuk parfum sendiri yang digunakan saat demonstrasi adalah parfum laundry sebagai pewangi. Tim juga menjelaskan mengenai masa kadaluarsa handsanitizer. 

“Masa ketahanan handsanitizer ini adalah 2-3 hari, dan penggunaanya memang untuk pribadi," ucap Lani Dwi Kurnia, salah satu anggota tim kepada ibu-ibu PKK, Jumat (28/05/2020) lalu.

Lani juga menjelaskan bahwa hal yang paling disarankan adalah mencuci tangan menggunakan sabun. Namun, handsanitizer ini dapat digunakan untuk orang yang sedang berpergian jauh. 

Selepas demonstrasi selesai, tim melakukan uji coba kepada ibu-ibu dengan menguji coba ketangan. 

Diakhir acara, ibu-ibu PKK menyampaikan terimakasih kepada tim karena sudah memberikan edukasi mengenai pembuatan handsanitizer.

“Ibu berterimakasih kepada adik-adik semua sudah mau memberikan edukasi pembuatan handsanitizer ini. Mudah-mudahan kami bisa menyebarluaskannya dan dapat membuat sendiri dirumah," tutup salah seorang ibu PKK dihadapan tim relawan. (rls)





Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com