ils/ int

Perusak Hutan di Rohil Diserahkan ke JPU 

Senin,07 Januari 2019 - 18:00:23 WIB Di Baca : 558 Kali

Riauaktual.com - Penanganan kasus perambahan hutan lindung di Kabupaten Rokan Hilir oleh PT Diamond Raya Timber (DRT) sudah diselesaikan pihak Kepolisian. Bahkan, tersangka dan berkas perkara sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Rokan Hilir (Rohil). 

Dalam kasus ini, berkas diberikan ke JPU bersama seseorang tersangka yang dikatakan penyidik bernama Atong. 

Status Atong, kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau Kombes Pol Gidion Arif Setiawan merupakan berstatus sebagai pemilik PT DRT. 

Loading...

''Kasusnya sudah kita tahap II kan, ke JPU Kejaksaan Negeri Rohil,'' kata Gidion.

Menurut Gidion, tersangka Atong diserahkan bersama barang bukti. Dikarenakan, berkas yang diteliti Jaksa dinyatakan sudah lengkap. 

Diketahui, proses pengusutan kasus dugaan perambahan hutan lindung di Kabupaten Rokan Hilir oleh PT Diamond Raya Timber (DRT) masih berjalan. Penyidik mengatakan, dalam waktu dekat, penyidik akan merampungkan proses pemberkasan perkara tersebut.

Demikian diungkapkan Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Pol Gidion Arif Setiawan, Ahad (14/10/2018) kemarin. Dia mengatakan, pihaknya tengah melengkapi berkas perkara terkait temuan PT DRT diduga menggunakan bahan baku kayu dari hutan lindung dalam menjalankan aktvitas perusahaannya. 

''Pemberkasannya dalam tahapan finishing,'' ujar Gidion. 

Diketahui, dalam penanganan kasus ini, penyidik juga telah turun ke lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan sebagai bahan penyidikan. 

Dari lokasi ini, turut diamankan ratusan meter kubik kayu olahan dari pabrik galangan kapal. Disampaikan Gidion, terhadap kayu yang digunakan perusahaan tersebut, tidak seluruhnya dari hasil hutan melainkan hanya sebagaian. 

''Memang dugaan kita ada beberapa bahan dari kayu alam. Tapi tidak semuanya, mereka menggunakan kayu hasil alam,'' jelasnya. 

Dari hasil pendalaman yang dilakukan ditemukan dugaan keterlibatan masyarakat setempat. Sehingga untuk menghentian perambahan hutan lindung di Kabupaten Rohil, pihaknya tengah melakukan sosialisasi denga melibatkan tokoh-tokoh masyarakat. 

''Sosiaisasi yang kita tekankan, memberikan masukan kepaa masyarakat agar tidak merambah hutan lindung,'' kata Gidion. 

Mencuatnya kasus dugaan perambahan hutan lindung oleh PT DRT, bermula adanya temuan dari Aktivitas Lembaga Pembawa Suara Pemberantas Korupsi Kolusi dan Kriminal Eknomi Republik Indonesia (IPSPK3-RI) Provinsi Riau terkait aktivitas pembalakan hutan di lahan HTP PT DRT.

Selain itu, pihak IPSPK3-RI juga menemukan usaha Panglong Arang yang diduga milik Akeng dan juga milik PT DRT di Kelurahan Batu Tritip, Kecamatan Batu Sembilan, Kota Dumai. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...